Bawa Kota Kendari Lebih Baik, Siska Karina Imran Dinobatkan Sebagai Pemerintah Kota Terbaik di Indonesia

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Agu 2025 22:15 157 IDNKendari.com

Theasianet.com, Jakarta-Langkah berani Pemerintah Kota Kendari membebaskan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berbuah manis.

Kota Kendari yang dipimpin oleh Siska Karina Imran ini dinobatkan sebagai Pemerintah Kota Terbaik di Indonesia dalam program Delineasi Perkotaan Pembebasan PBG bagi MBR. Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kendari di Jakarta, Senin (25/8/2025).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruar Sirait, dan didampingi Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Kedua menteri ini kompak mengapresiasi kebijakan yang dinilai progresif dan pro-rakyat.

“Kebijakan ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto, dan Kendari berhasil mewujudkannya. Mereka memangkas birokrasi, sehingga PBG untuk warga kurang mampu benar-benar nol rupiah,” ungkap Menteri PKP.

Menurut Maruar, langkah Kendari ini membuktikan bahwa pemerintah daerah mampu berinovasi untuk kepentingan rakyat. PBG, yang selama ini identik dengan proses rumit dan biaya mahal, kini bisa diakses secara mudah oleh warga berpenghasilan rendah.

Siska Karina Imran, Wali Kota Kendari, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan ini. Ia menegaskan, kebijakan ini lahir dari komitmen untuk memastikan seluruh warga Kendari bisa memiliki rumah layak tanpa terbebani biaya administrasi.

“Kami ingin memastikan tak ada lagi warga yang terkendala punya rumah hanya karena biaya administrasi. Dengan PBG nol rupiah, semakin banyak keluarga yang bisa membangun atau merenovasi rumah secara tenang dan legal,” jelas Siska.

Ia menambahkan, penghargaan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan motivasi untuk terus melanjutkan program yang berpihak kepada rakyat. Visi utama adalah menjadikan Kendari kota yang layak huni, ramah, dan manusiawi bagi semua warganya.

Kebijakan PBG gratis ini tak hanya membantu warga, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Warga yang sebelumnya menunda pembangunan rumah karena biaya kini punya kesempatan nyata. Ini memicu pertumbuhan sektor konstruksi, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan aktivitas ekonomi di Kendari.

Pemerintah Pusat berharap model kebijakan yang diterapkan Kendari bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. Baik Kementerian PKP maupun Kemendagri berkomitmen untuk mendorong kota-kota lain mengambil langkah serupa, sehingga keadilan dalam pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.

Dengan prestasi ini, Kendari membuktikan diri sebagai kota yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga memiliki hati nurani dalam setiap kebijakan yang diambilnya.

 

(ree/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA