Napi Asal Konawe Ditemukan Tewas di Dalam Sel Rutan Kelas IIA Kendari

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Jun 2026 13:37 28 IDNKendari.com

IDNK, Kendari — Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari ditemukan meninggal dunia di dalam kamar huniannya pada Selasa (2/6/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Afrisal (26), warga Desa Uepai, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, yang tengah menjalani hukuman enam bulan dalam kasus penganiayaan.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.40 Wita saat petugas jaga melakukan pengecekan rutin terhadap warga binaan di Blok B Rutan Kelas IIA Kendari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas penjaga tahanan, Andi Alfian, menerima laporan dari kepala kamar bahwa seorang warga binaan yang berada di Kamar 4 diduga telah meninggal dunia.

“Mendapat informasi dari kepala kamar, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Saat itu korban sudah dalam keadaan tidak bernapas dan tubuhnya mulai kaku,” ujar Andi Alfian.

Setelah memastikan kondisi korban, petugas segera menghubungi tenaga kesehatan dari Klinik Rutan Kelas IIA Kendari untuk melakukan pemeriksaan awal. Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Kendari guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas Rutan Kelas IIA Kendari, Rino Pamungkas, mengatakan pihaknya langsung menyiapkan ambulans setelah menerima laporan adanya warga binaan yang diduga meninggal dunia.

“Kami segera menyiapkan ambulans dan membawa korban ke RS Bhayangkara Kendari bersama staf klinik untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, seorang warga binaan yang berada satu blok dengan korban, Heri bin Muhammad Amin, mengaku menjadi orang pertama yang mengetahui kondisi korban saat hendak membangunkannya menjelang apel pagi.

“Saya coba bangunkan korban untuk persiapan apel pagi, tetapi tidak ada respons sama sekali. Karena curiga, saya langsung melaporkan kondisi tersebut kepada petugas jaga,” ungkapnya.

Menurut Heri, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang kurang sehat dan mengalami demam selama dua hari terakhir.

“Korban memang sempat mengeluh demam sejak beberapa hari lalu. Namun kami tidak menyangka kondisinya akan seperti ini,” ujarnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk dilakukan pemeriksaan medis dan autopsi. Tim medis yang dipimpin dr. Raja Al Fathir Widya Iswara masih melakukan pendalaman guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab meninggalnya Afrisal. Aparat bersama pihak Rutan Kelas IIA Kendari juga terus mengumpulkan keterangan guna mengungkap secara jelas peristiwa tersebut.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA