IDNKendari.com, Buton Selatan–Terjadi bentrok antara anggota Batalyon Pelopor B Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan prajurit TNI Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 871/La Maindo di Lapangan Sepakbola Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kecamatan Masiri, Kabupaten Buton Selatan (Busel), pada Minggu (4/1) sekitar pukul 17.30 Wita.
Salah seorang penonton berinisial R membenarkan kejadian tersebut saat di konfirmasi oleh awak media.
Ia menyebut, saat bentrok terjadi, beberapa penonton termasuk wanita dan anak-anak, termasuk dirinya, terpaksa berlari untuk mengamankan diri karena situasi menjadi tidak kondusif.
“Memang tadi pertandingannya sangat keras kedua tim, jadi situasinya panas. Ini pertandingan penyisihan,” ujar R kepada wartawan saat di hubungi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada sekitar 500 prajurit Yonif TP 871/La Maindo hadir menyaksikan pertandingan, sedangkan anggota Brimob yang berada di lokasi berjumlah 25 orang.
Setelah pertandingan selesai sekitar pukul 17.28 Wita, prajurit TNI masuk ke lapangan. Awalnya anggota Brimob mengira mereka akan melakukan yel-yel, namun diduga langsung melakukan pemukulan terhadap personel Brimob.
“Betul, kejadiannya seperti itu,” ujar salah seorang anggota polisi kepada wartawan.
Berdasarkan laporan dari Danyon B Pelopor Brimob Polda Sultra, bentrok berhasil di bubarkan sekitar pukul 17.40 Wita.
Akibat insiden tersebut, beberapa personel Brimob mengalami memar pada bagian wajah akibat terkena pukulan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian belum merespons pertanyaan awak kedia.
Sementara itu, Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari Letkol CPM Haryadi Budaya Pela juga belum dapat menjawab pertanyaan wartawan terkait kejadian ini.(Red)
Tidak ada komentar