BMKG Peringatkan Suhu Panas Ekstrem di Indonesia Capai 38,4 Derajat Celsius, Masyarakat Diminta Waspada

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Okt 2024 09:04 125 IDNKendari.com

Jakarta, theasianet.com-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat di beberapa daerah untuk mewaspadai dampak suhu panas yang tinggi di Indonesia.

Berdasarkan analisa BMKG pada Senin siang, suhu maksimum di beberapa wilayah mencapai 37 hingga 38,4 derajat Celsius. Suhu terpanas tercatat di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang mencapai 38,4 derajat Celsius.

Melansir Antara, Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Fenomena Khusus BMKG, Miming, mengatakan bahwa kondisi suhu panas maksimum lebih dari 37-37,8 derajat Celsius terdeteksi menerpa wilayah Majalengka di Jawa Barat, Semarang di Jawa Tengah hingga Bima di Nusa Tenggara Barat yang sudah berlangsung dalam 24 jam terakhir.

Selain itu, suhu panas maksimum mencapai 35,4-36,4 derajat Celsius tercatat di Kota Lampung, Bulungan di Kalimantan Utara, Sikka di Nusa Tenggara Timur, Sidoarjo di Jawa Timur, Pekanbaru di Riau, dan Palembang di Sumatera Selatan.

BMKG juga mencatat suhu panas maksimum lebih dari 34,6-34,9 derajat Celsius di sebagian besar wilayah Jakarta dan Banten, Kalimantan Barat (Kapuas Hulu, Pontianak), Berau di Kalimantan Timur, Luwu Utara di Sulawesi Selatan, dan Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah.

Kondisi ini disebabkan oleh tutupan awan yang minim dan pergerakkan semu Matahari yang berada di atas khatulistiwa. Namun, BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini masih dalam kategori biasa dan tidak berdampak pada perubahan musim di Indonesia.

Untuk mengurangi dampak suhu panas, BMKG menghimbau masyarakat untuk mengkonsumsi air minum yang cukup dan teratur, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga dianjurkan untuk menggunakan pelindung seperti topi atau payung, kacamata hitam, dan tabir surya untuk melindungi diri dari sinar matahari.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam membakar apapun di lahan kosong, kawasan hutan, dan tempat sampah. Pemerintah daerah diharapkan untuk melakukan penyiraman darat demi mengurangi potensi kebakaran akibat terik matahari.

 

(Erl/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA