Dua Fenomena Yang Mengancam Adanya Bencana Besar di Bumi, Ini Pendapat Ilmuwan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 9 Agu 2025 21:47 177 IDNKendari.com

Theasianet.com-Para ilmuwan global membunyikan alarm. Bumi terancam oleh dua fenomena alam yang berkembang pesat yaitu, penyusutan air tanah global yang makin parah dan pelemahan arus laut raksasa di Atlantik yang belum pernah terjadi selama ribuan tahun. Kedua ancaman ini, jika tidak diatasi, bisa mengubah wajah planet kita secara drastis.

Sebuah studi terbaru dari University of California, Santa Barbara, mengungkap fakta mengejutkan. Cadangan air tanah dunia menyusut jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Data menunjukkan 71% wilayah yang dipantau mengalami penurunan, lonjakan signifikan dari hanya 16% pada tahun 1980-an.

“Di beberapa lokasi, tingkat penurunannya mencapai tiga kali lipat dari perkiraan awal kami,” ujar salah satu peneliti, seperti yang dijelaskan dari laporan resmi universitas. Analisis ini dilakukan dengan menggabungkan catatan nasional, subnasional, dan data dari lembaga riset internasional, dikutip dari laman CNBC Indonesia.

Air tanah adalah sumber kehidupan bagi miliaran orang. Penipisannya dapat memicu krisis pangan, kekeringan ekstrem, bahkan migrasi massal. Temuan ini adalah peringatan nyata bahwa krisis air sudah di depan mata.

Ancaman kedua datang dari lautan. Sistem sirkulasi air laut raksasa yang dikenal sebagai Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC), atau sering disebut “sabuk pengangkut” laut, kini menunjukkan tanda-tanda kerusakan. AMOC berperan penting dalam menyebarkan panas, karbon, dan nutrisi dari tropis ke Kutub Utara.

Menurut penelitian, AMOC telah melemah sekitar 15% sejak 1950, menjadikannya yang terlemah dalam lebih dari seribu tahun terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh mencairnya gletser Greenland dan es di Arktik, yang menambah aliran air tawar ke laut dan mengganggu sirkulasi normal.

“Jika AMOC runtuh, dampaknya akan dirasakan di seluruh dunia, mulai dari perubahan pola cuaca, kenaikan permukaan laut di pesisir AS, hingga terganggunya ekosistem laut.m,” jelas Dr. Stefan Rahmstorf, seorang peneliti kelautan.

Meski sebagian ahli berpendapat titik kritis AMOC masih jauh, para ilmuwan menegaskan bahwa kedua fenomena ini—penyusutan air tanah dan melemahnya AMOC—adalah sinyal peringatan yang jelas dan mendesak.

Perubahan iklim tidak lagi menjadi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang sedang terjadi, dengan risiko yang melampaui prediksi terburuk kita.(-)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA