Ilustrasi korban ledakan tungku di smelter nikel PT Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah.
Morowali, THEASIANET.COM-Korban tewas akibat ledakan tungku smelter nikel PT Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) kini bertambah 3 orang, diantaranya pekerja dari warga negara Tiongkok dua orang dan satu orang pekerja Indonesia.
“Memang benar, ada dua TKA dan 1 TKI, yang meninggal akibat ledakan tungku, dan mereka korban luka berat,” kata Dedy Kurniawan selaku Media Relations Head PT IMIP, kepada THEASIANET.COM, Selasa (26/12/2023).
Sebelumnya ada 13 orang korban meninggal akibat ledakan tersebut, diantaranya empat orang dari TKA dan sembilan orang lainnya TKI.
“Pihak manajemen PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) semalam sudah memberangkatkan ke empat TKA asal Tiongkok tersebut, dan dua TKA yang baru saja meninggal dunia juga akan segera di pulangkan ke negaranya di Tiongkok,”Ucapnya.
Sementara untuk sembilan jenazah TKI sejak Minggu malam sudah di pulangkan ke kampung halamannya masing-masing yang ditanggung sepenuhnya oleh manajemen PT IMIP.
“Sejak Minggu malam (24/12), ke sembilan jenazah TKI kami sudah pulangkan ke rumah keluarganya masing-masing, dan setiap korban meninggal dunia yang kami pulangkan diberikan santunan, sementara satu orang TKI yang baru saja meninggal sudah di pulangkan ke kampung halaman,”Paparnya.
Sedangkan untuk korban luka-luka, kata Dedy, PT IMIP juga terus melakukan penanganan secara berkala dan berkelanjutan dengan memenuhi hak para korban beserta keluarganya secara layak.
Saat ini, PT IMIP masih melakukan investigasi bersama pihak Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, tim penyidik Polda Sulteng untuk mengetahui penyebab pastinya kejadian ledakan di tungku smelter nikel PT ITSS kemarin.
“Saat ini Manajemen PT IMIP telah menghentikan operasional sementara pada lokasi kejadian Pabrik Ferrosilicon PT ITSS di kawasan industri PT IMIP,”Tutupnya.*
(Arg/am)
Tidak ada komentar