Polda Sultra Kerahkan 3.513 Personel dalam Operasi Ketupat 2026, Hingga Sediakan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Mar 2026 21:01 113 IDNKendari.com

IDNK, KENDARI – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa 2026 guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik, perayaan Hari Raya Idulfitri, hingga arus balik.

Kapolda Sultra, Didik Agung Widjanarko, menjelaskan bahwa operasi tahunan tersebut bertujuan memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik bagi masyarakat yang akan merayakan Lebaran bersama keluarga.

“Melalui Operasi Ketupat 2026 ini, kami berharap dapat memberikan pelayanan dan pengamanan yang optimal kepada masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan mudik, perayaan hari raya, hingga arus balik nanti,” ujar Didik usai memimpin apel gelar pasukan.

Dalam operasi tersebut, Polda Sultra melibatkan sebanyak 3.513 personel gabungan yang berasal dari unsur kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah. Ribuan personel itu akan disiagakan di berbagai titik strategis guna memastikan situasi tetap kondusif selama periode mudik Lebaran.

Selain personel, aparat juga menyiapkan puluhan pos pengamanan dan pelayanan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Didik merinci, terdapat 41 pos pengamanan, 15 pos pelayanan, dan 10 pos terpadu yang tersebar di wilayah Sulawesi Tenggara.

Tak hanya itu, Polda Sultra juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang hendak mudik namun khawatir meninggalkan kendaraannya di rumah.

“Bagi masyarakat yang merasa tidak aman meninggalkan kendaraan di rumah, kami menyediakan tempat penitipan kendaraan secara gratis di Polda. Jika kapasitas di Polda tidak mencukupi, masyarakat juga bisa menitipkan kendaraan di Polres,” jelasnya.

Menurut Didik, untuk kendaraan roda dua akan disediakan tempat khusus seperti hanggar agar lebih aman dan terlindungi dari panas maupun hujan.

“Motor akan kami tempatkan di hanggar agar lebih tertutup, aman, dan nyaman,” tambahnya.

Terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan, Didik mengakui ada beberapa potensi kerawanan yang menjadi perhatian pihak kepolisian. Kerawanan tersebut biasanya terjadi pada malam hari setelah salat tarawih dan pada pagi hari usai salat subuh.

Beberapa potensi gangguan kamtibmas yang diantisipasi di antaranya balap liar serta perkelahian antar kelompok pemuda. Untuk mengantisipasi hal itu, kepolisian meningkatkan kegiatan patroli rutin pada waktu-waktu rawan.

Meski demikian, Didik memastikan hingga saat ini situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sultra masih relatif kondusif.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kejadian menonjol. Jika ada permasalahan kecil di masyarakat, dapat diselesaikan dengan baik,” pungkasnya.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA