Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026. IDNK, Wakatobi – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di daerah kepulauan dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ekspedisi yang dipusatkan di Kabupaten Wakatobi ini menjadi bagian dari implementasi Clean Money Policy Bank Indonesia, guna mempercepat penarikan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) sekaligus mendistribusikan uang layak edar kepada masyarakat.
Selain layanan kas keliling, ERB 2026 juga dirangkaikan dengan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, kegiatan Open Ship Experience bagi pelajar, serta bakti sosial untuk masyarakat setempat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal distribusi uang, tetapi juga bagian dari menjaga kedaulatan negara.
“Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan akses terhadap uang Rupiah yang layak edar. Kehadiran Rupiah di seluruh pelosok negeri juga menjadi simbol kedaulatan negara yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.
“Kami terus mendorong peningkatan literasi masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, agar masyarakat semakin memahami pentingnya menggunakan dan merawat Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di NKRI,” tambahnya.
Kabupaten Wakatobi dipilih sebagai lokasi ekspedisi karena merupakan wilayah kepulauan strategis dengan luas mencapai 1,39 juta hektare dan memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Bahkan, kawasan ini telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO sejak 2012, serta masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Prioritas.
Pelaksanaan ERB 2026 menggunakan KRI Pulau Rimau 724 yang berlangsung pada 5 hingga 11 Mei 2026, dengan menjangkau lima pulau utama di Wakatobi, yakni Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma.
Dalam kegiatan ini, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar sebesar Rp20 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, kegiatan sosial juga dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi melalui layanan kesehatan gratis dan sunatan massal.
Ke depan, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara bersama TNI AL dan para pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi dalam menjaga ketersediaan Rupiah yang berkualitas. Langkah ini diharapkan mampu mendukung kelancaran perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.(Red)
Tidak ada komentar