Sinergi OJK, BI, dan Pemda Konut Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan di Wilayah Kepulauan

waktu baca 3 menit
Jumat, 8 Mei 2026 15:38 103 IDNKendari.com

IDNK, KONAWE KEPULAUAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui kolaborasi strategis bersama Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan yang dilaksanakan pada 6 Mei 2026 di Desa Kekea, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Selain itu, edukasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap maraknya aktivitas keuangan ilegal yang terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Deputi Kepala OJK Sultra, Indra Natsir Dahlan, dalam sambutannya menegaskan bahwa pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus meningkat masih dihadapkan pada tantangan rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab melalui berbagai modus kejahatan dan penipuan keuangan.

Indra mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, terdapat kesenjangan sebesar 14,05 persen antara Indeks Inklusi Keuangan yang mencapai 80,51 persen dan Indeks Literasi Keuangan sebesar 66,46 persen.

“Kesenjangan ini menunjukkan bahwa meskipun masyarakat telah memiliki akses terhadap layanan keuangan, pemahaman terhadap produk dan risiko keuangan masih perlu ditingkatkan,” ujar Indra.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, ciri investasi legal dan logis, hingga kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan agar mampu mengambil keputusan finansial secara lebih cerdas dan aman.

Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut.

Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Setda Konawe Kepulauan, Abd. Pattah, SE., M.Si., menyampaikan bahwa edukasi keuangan sangat penting, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini melibatkan Bank Indonesia, PT BPD Sultra, perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga berbagai unsur masyarakat seperti nelayan, petani, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM.

Sebanyak 112 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, terutama pada sesi diskusi terkait investasi ilegal, akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), dan pelindungan konsumen.

Analis Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, M. Fachrul Reza, menjelaskan bahwa literasi terkait QRIS sangat penting dalam mendukung transformasi digital sistem pembayaran.

“Literasi QRIS mampu memperluas inklusi keuangan, memperkuat UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga menekankan pentingnya penerapan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, dalam setiap keputusan keuangan. Masyarakat diimbau untuk memastikan legalitas lembaga jasa keuangan serta kewajaran imbal hasil yang ditawarkan sebelum melakukan investasi atau menggunakan layanan keuangan tertentu.

Sebagai bentuk penguatan pelindungan konsumen, OJK turut memperkenalkan sejumlah kanal layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, di antaranya Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), Indonesia Anti-Scam Center (IASC), serta layanan SLIK melalui aplikasi iDebKu.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, hingga memantau riwayat kredit secara mandiri.

Melalui sinergi antara OJK, Bank Indonesia, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan, diharapkan upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berdaya tahan.

Ke depan, OJK berkomitmen terus memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan guna memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki akses dan pemahaman yang memadai terhadap layanan keuangan formal.

Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat diharapkan meningkat seiring dengan terjaganya stabilitas sistem keuangan di Kabupaten Konawe Kepulauan.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA