IDNK, Kendari – Sebanyak 1.300 mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Tenggara (Sultra) memadati gelaran Forum Ekonomi Sultra (FORKESTRA) 2026 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra di salah satu hotel di Kota Kendari, Senin (5/10/2026).
Antusiasme ribuan mahasiswa tersebut menjadi bagian penting dalam forum yang tidak hanya ditujukan sebagai sarana diseminasi hasil riset, tetapi juga ruang untuk menghimpun gagasan, inovasi, serta pemikiran generasi muda dalam menjawab tantangan perekonomian daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun, para mahasiswa yang hadir berasal dari Universitas Halu Oleo (UHO), STIE 66 Kendari, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), UIN Kendari, Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Universitas Mandala Waluya Kendari, Politeknik Kendari, Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, dan Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau.
Dalam penyelenggaraannya, FORKESTRA 2026 mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Sulawesi Tenggara yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global.” Tema besar ini dijabarkan ke dalam lima subtema utama, yakni hilirisasi dan ketahanan pangan, konektivitas wilayah, inovasi dan tata kelola, ekonomi inklusif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kepala KPwBI Sultra, Edwin Permadi, menjelaskan bahwa FORKESTRA dirancang sebagai inisiatif strategis untuk mendiseminasikan riset sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan bersama para pemangku kepentingan di Sulawesi Tenggara.
”FORKESTRA menjadi wadah untuk menjaring ide, gagasan, dan inovasi dari mahasiswa serta masyarakat yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengendalian inflasi maupun mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara,” ujar Edwin Permadi.
Keterlibatan masyarakat dan akademisi pada FORKESTRA 2026 mencatatkan peningkatan signifikan. Dari total 964 pendaftar, sebanyak 405 opini berhasil lolos seleksi. Angka tersebut melonjak 33,2 persen dibandingkan pelaksanaan FORKESTRA 2025 yang mencatat 304 opini.
Edwin menilai lonjakan partisipasi ini mencerminkan tingginya minat akademisi dan mahasiswa dalam menyumbang perspektif terhadap berbagai isu ekonomi di Sultra.
”Berbagai gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan kebijakan dan program yang relevan dengan tantangan serta potensi ekonomi daerah,” tambahnya.
Melalui sinergi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan dunia usaha, FORKESTRA 2026 diharapkan mampu memperkuat arah pembangunan ekonomi Sulawesi Tenggara secara inklusif dan berkelanjutan.(Red)






Tinggalkan Balasan