IDNK, Kendari — PT Vale Indonesia Tbk mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 18.341 metrik ton pada triwulan III–2026, melonjak dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 16.153 metrik ton. Angka ini sekaligus menjadi capaian produksi tertinggi perusahaan sepanjang tahun 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui siaran pers hasil produksi dan kinerja keuangan triwulan ketiga 2026 yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Peningkatan produksi didukung kestabilan operasional pabrik serta ketersediaan peralatan yang andal, terjadi tepat setelah penyelesaian kegiatan pemeliharaan besar yang dilakukan pada awal tahun. Seiring penguatan produksi, perusahaan juga memperkuat penjualan bijih nikel serta mempercepat proyek hilirisasi strategis, termasuk pengembangan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Penjualan Bijih Nikel Melonjak, Pomalaa Menjadi Penyumbang Terbesar

Kinerja penjualan bijih nikel juga mencatat pertumbuhan gemilang. Pada triwulan III–2026, Blok Bahodopi tercatat menjual 415.000 ton basah (wmt), sementara Blok Pomalaa menyumbang penjualan sebesar 1.314.358 wmt — angka ini melonjak tajam dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 495.601 wmt. Secara total, penjualan bijih nikel dari kedua wilayah mencapai 1,73 juta wmt pada kuartal ini.

Pengiriman nikel matte pun ikut tumbuh, tercatat 20.158 ton, naik signifikan dari 13.932 ton pada triwulan II–2026.

Pendapatan Naik, Laba Bersih Hampir Tiga Kali Lipat

Pertumbuhan volume penjualan mendongkrak kinerja keuangan perusahaan. Pada triwulan III–2026, pendapatan mencapai 353 juta dolar AS, meningkat dari 290 juta dolar AS pada kuartal sebelumnya. Secara kumulatif sepanjang Januari–September 2026, pendapatan tercatat 896 juta dolar AS atau naik sekitar 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 705 juta dolar AS.

Dari sisi keuntungan, EBITDA triwulan III–2026 mencapai 101 juta dolar AS. Akumulasi sembilan bulan pertama tahun ini tercatat 297 juta dolar AS, melonjak jauh dibandingkan 166 juta dolar AS pada periode yang sama tahun 2025.
Sementara itu, laba bersih pada triwulan ketiga tercatat 43 juta dolar AS. Secara kumulatif hingga akhir September 2026, laba bersih mencapai 147 juta dolar AS hampir tiga kali lipat dibandingkan capaian 52 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Proyek HPAL Pomalaa Capai Tonggak Penting

Di tengah pertumbuhan kinerja, pengembangan hilirisasi nikel terus berjalan. PT Vale mengumumkan telah mencapai penyelesaian mekanis (mechanical completion) untuk Jalur 1 dan Jalur 2 proyek HPAL Pomalaa. Pencapaian ini menjadi tonggak penting sekaligus bukti kemajuan strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat portofolio dan meningkatkan nilai tambah komoditas nikel di dalam negeri.

Target 2027: Optimalisasi & Hilirisasi Berkelanjutan

Memasuki tahun 2027, PT Vale menargetkan optimalisasi produksi nikel matte, peningkatan kontribusi penjualan dari wilayah-wilayah pertumbuhan, serta kelanjutan pengembangan proyek hilirisasi strategis.

Sebagai bagian dari holding pertambangan negara Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale menegaskan akan terus menjalankan strategi pertumbuhan yang disiplin menjaga keandalan operasional, efisiensi biaya, serta kesehatan keuangan untuk mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan.(Red)