Dukung Standardisasi dan Transformasi Industri yang Berkelanjutan, BBSPJIHPMM Gelar Temu Industri di Kendari

waktu baca 4 menit
Kamis, 1 Agu 2024 12:14 326 IDNKendari.com

Kendari, theasianet.com-Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim selaku Unit pelaksana teknis dibawah Badan Standardisasi dan Kebijakan dan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian terus mendukung pemerataan pembangunan industri di Indonesia, termasuk ke Wilayah Timur Indonesia.

Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam upaya meningkatkan kualitas serta daya saing industri di era modern, dengan semakin meningkatnya tuntutan akan industri yang mampu menjawab kebutuhan di era industri 4.0.

Berlandaskan semangat kolaborasi, BBSPJIHPMM menggelar temu Industri di Hotel Claro Kendari – Ballroom Phinis 3, Kamis (1/8/2024). Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian Andi RIzaldi, Kepala BBSPJIHPMM Shinta Virdhian, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Asrun Lio.

Temu Industri ini diikuti sebanyak kurang lebih 100 peserta yang berasal dari instansi pemerintah, industri pertambangan, industri makanan dan minuman, hingga UMKM dengan tema ‘Standardisasi dan Transformasi Industri yang Berkelanjutan dalam Meningkatkan Daya Saing Industri Nasional’.

Kegiatan Temu Industri ini merupakan salah satu media silaturahmi dan promosi untuk memperkenalkan keberadaan BBSPJIHPMM beserta layanannya kepada industri yang ada di Sulawesi Tanggara.

Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara, terjadi di sebagian besar lapangan usaha industri pengolahan, yang tumbuh sebesar 21,72% pada kuartal I-2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2022, jumlah perusahaan pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara sebanyak 145. Kontribusi sektor ini tidak hanya pada peningkatan ekspor nikel yang mencapai nilai USD 4,8 miliar pada tahun 2022, tetapi juga dalam peningkatan lapangan kerja dan pembangunan infrastruktur di daerah.

Namun perusahaan yang memiliki fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel di Sulawesi Tenggara masih terbatas. “Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian telah menetapkan kawasan industri nikel di Sulawesi Tenggara sebagai salah satu kawasan strategis untuk pengembangan industri hilir,” kata Kepala BSKJI Kementerian Perindustrian, Andi Rizaldi dalam sambutannya pada Temu Industri BBSPJIHPMM di Kendari, Kamis (1/8/24)

Dalam mewujudkan implementasi kebijakan dan program di bidang standardisasi jasa industri, BSKJI didukung oleh 24 Unit Pelaksana Teknis yang merupakan perpanjangan tangan Kementerian Perindustrian, salah satunya adalah BBSPJIHPMM.

“Standardisasi dan Transformasi Industri yang Berkelanjutan sebagai Pendorong Utama Peningkatan Daya Saing Industri Nasional yang menjadi Tema pada acara Temu Industri BBSPJIHPMM Tahun 2024 sangat relevan dengan kondisi dan tantangan yang saat ini kita hadapi, mencakup pengelolaan sumber daya yang lebih efisien, pengurangan dampak lingkungan, peningkatan kualitas produk dan layanan,” lanjut Kepala BSKJI Kemenperin

Sementara itu Kepala BBSPJIHPMM Shinta Virdhian menjelaskan, Temu Industri bertujuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada industri juga bertujuan untuk menyampaikan informasi terbaru mengenai layanan BBSPJIHPMM.

“Ini juga untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan industri, peluang kerja sama, sehingga BBSPJIHPMM dapat merancang program yang bisa mendukung daya saing industri,” jelas Shinta.

BSPJIHPMM saat memiliki pelanggan setia sebanyak 1.121 industri yang tersebar di 25 provinsi.

Konsentrasi pelanggan tersebut 60 persen berada di Sulawesi Selatan, dan 5% persen berada di Sulawesi Tenggara.

“Melalui Temu Industri kami berharap dapat mengenalkan keberadaan BBSPJIHPMM sehingga dapat memberi nilai tambah dan pengetahuan bagi para peserta yang telah hadir,” harap Shinta

Kepala BSKJI Kementerian Perindustrian  Andi Rizaldi dalam sambutannya menambahkan, Temu pelanggan tahun ini dapat menjadi wadah berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai kebutuhan industri, peraturan perundangan terbaru, wawasan baru dari perkembangan regulasi terkait standardisasi dan sertifikasi, isu – isu terbaru seputar ekonomi sirkuler yang dapat meberikan manfaat pada keberlanjutan industri di Indonesia dan industri di Sulawesi Tenggara pada khususnya.

Dirinya berharap, BBSPJIHPMM terus meningkatkan layanan dan kelembagaan yang berintegritas dan kompeten.

“Saya mendorong BBSPJIHPMM untuk menjalankan fungsinynya memberikan pelayanan kepada masyarakat idustri, khususnya yang berada di Sulawesi Tenggara atau bagian Timur Indonesia,” tambahnya.

Kegiatan temu industri juga dirangkaikan dengan penandatangan MoU antara BBSPJIHPMM dengan berbagai lembaga stakeholder, antara lain Universitas Haluoleo dan Pemerintah Daerah antara lain dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sulawesi Tenggara dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pada rangkaian agenda ini juga dilaksanakan pemberian penghargaan kepada empat pelanggan loyal BBSPJIHPMM, yaitu PT Antam, Tbk. UPBN Konawe Utara, PT Tamaco Graha Krida, PT Tirta Logam Tunggal, dan CV Mitra Inti Jaya.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA