Bupati Konkep Kepuluan Rifqi Syaifullah Rasak Dengan Warga Yang Menolak Tambang. Theasianet.com, Konawe Kepuluan-Warga Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Yang menolak Tambang, menghadang kedatangan tim Komisi Pemberantasan Korupsi KPK Republik Indonesia yang Didampingi Bupati dan Wakil Bupati. (Senin 28/07/2025)
Dengan Membawa Poster Bertuliskan Menolak Tambang ,Warga Mencegat Mobil Yang Membawa Rombongan Saat KPK Meninjau lokasi pertambangan milik PT Gema Kreasi Perdana GKP.
Aksi warga tersebut sebagai bentuk protes Warga atas aktivitas tambang yang dinilai merusak lingkungan dan tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW daerah. Mereka mendesak KPK untuk memeriksa Pemkab Konawe Kepulauan.
“Kami menuntut KPK segera turun tangan dan periksa pejabat yang diduga terlibat. RTRW belum juga direvisi padahal tambang sudah beroperasi,” ujar salah satu Warga.
Peninjauan KPK ini merupakan bagian dari agenda pemantauan sektor sumber daya alam, khususnya pada aktivitas pertambangan yang dinilai berpotensi melanggar ketentuan lingkungan dan tata ruang.

Tim KPK Tinjau Aktivitas Pertambangan PT GKP Di Konawe Kepulauan.
Tim dari Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK turun langsung untuk memastikan kepatuhan perusahaan tambang terhadap regulasi yang berlaku. Pemeriksaan ini mencakup pengawasan izin operasi, dampak lingkungan, serta pelaksanaan reklamasi pasca tambang.
“ Hasil pantauan awal Kami menunjukkan bahwa sebagian kecil dari lahan bekas tambang telah mengalami reklamasi, sementara sebagian besar lainnya masih belum ditangani” Ungkap Tri Budi Rochmanto Kasatgas Direktorat Korsup Wilayah IV KPK RI.
“Kondisi ini Akan menjadi perhatian khusus Kami di KPK dan mendorong keterlibatan kementerian terkait untuk menindaklanjuti temuan tersebut” Ujarnya.
Sementara itu Bupati Konawe Kepuluan Rifqi Syaifullah Rasak Menyatakan dukungannya terhadap upaya KPK Untuk Mengawasi kegiatan tambang akan terus diperkuat, termasuk mendorong pemulihan lahan agar kembali sesuai fungsi awalnya.(Red)
Tidak ada komentar