Dosen FISIP UHO Teliti Praktik Jurnalisme Inklusif di Sekolah Khusus Kendari

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Nov 2025 20:16 59 IDNKendari.com

Theasianet.com, Kendari–Sejumlah dosen muda dari Program Studi Jurnalistik dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), melakukan penelitian tentang Jurnalisme Inklusif di Lingkungan Pendidikan Khusus Kota Kendari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya akademik UHO dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta memperkuat praktik komunikasi yang inklusif dan berkeadilan di dunia media.

Penelitian ini diketuai oleh Muhammad Ismail, S.S., M.A., dengan fokus pada analisis penerapan prinsip jurnalisme inklusif oleh media lokal di Kota Kendari, khususnya dalam pemberitaan terkait penyandang disabilitas di lingkungan pendidikan khusus.

Telusuri Representasi di Ruang Redaksi

Dalam prosesnya, tim peneliti melakukan audiensi dengan beberapa pihak terkait, salah satunya adalah UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala UPTD, Nur Haerani Aeba, yang menyambut hangat dan menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan penelitian tersebut, serta siap memfasilitasi kebutuhan data lapangan.

Selain audiensi dengan dinas terkait, tim yang beranggotakan Indra Lestari, Deprianus Sarlis, Trisusilo Raharjo, dan Lisa Arifuddin ini juga melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah, di antaranya LBN 2 Kendari dan SLB Mandara.

Selain itu, Tim peneliti juga mengunjungi beberapa media lokal di Kota Kendari guna menelusuri sejauh mana penerapan nilai-nilai inklusivitas dalam peliputan dan pemberitaan.

Media sebagai Agen Perubahan Sosial

Muhammad Ismail Ketua Tim Peneliti, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai peran media dalam membangun ruang pemberitaan yang inklusif bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang menumbuhkan kesadaran inklusif di tengah masyarakat,” ucap Ismail.

Ia berharap, hasil penelitian itu  nantinya dapat menjadi rekomendasi bagi kalangan media dan akademisi dalam memperkuat perspektif inklusif di ruang redaksi.

“Jurnalisme inklusif tidak hanya berbicara mengenai akses, tetapi juga tentang keadilan representasi dan empati dalam setiap narasi media,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui penelitian ini, tim dosen UHO berharap dapat menumbuhkan kesadaran baru di kalangan media lokal dan masyarakat tentang pentingnya inklusivitas dalam komunikasi publik, serta mewujudkan pemberitaan yang lebih ramah, adil, dan berempati bagi semua kalangan di Sulawesi Tenggara.

 

(Man/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA