Ket. Rudianto Lallo, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, saat kunjungan kerjanya di Polda Sulawesi tenggara.(Dok.theasianet.com/Erl) Theasianet, Kendari-DPR RI Komisi III melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tenggara (Sultra) Dalam kunjungan tersebut, Komisi III mendapatkan berbagai masukan dan aspirasi dari penegak hukum di daerah Sultra.
“Saran masukan ya keluhan aspirasi dari penegak hukum terkait minimnya fasilitas sarana prasarana ini tentu masukan berharga bagi kami dan kami akan tindak lanjuti setelah masa reses, kebetulan DPR mulai tanggal 6 ini reses sampai tanggal 6 Januari 2025 dan ini masukan dari penegak hukum ini yang pertama,”ujar Rudianto Lallo, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem kepada wartawan di Mako Polda Sultra, Jumat (6/12/2024).
Komisi III juga mengapresiasi pelaksanaan Pilkada di Sulawesi Tenggara yang berjalan lancar dan aman tanpa adanya keributan berbagai pihak pasangan calon.
“Kami tentunya mengapresiasi kerja yang baik dari jajaran kepolisian yang berhasil melakukan ektra pengamanan sehingga tidak ada terjadi konflik-konflik antar pendukung pasangan,” jelas Rudianto Lallo.
Selain itu, Komisi III menyoroti maraknya tambang ilegal di Sulawesi Tenggara dan mendesak penegak hukum untuk menertibkannya, khususnya tambang-tambang yang mencemari lingkungan.
“Kami juga meminta kepada penegak hukum untuk mendorong membasmi para penambang ilegal yang ada di Sulawesi tenggara yang dapat mencemari lingkungan,”tegas Rudi.
Ia juga menyinggung kasus Supriyani yang menarik perhatian publik dan menjelaskan bahwa Polda Sultra telah memberikan hukuman demosi kepada polisi yang melaporkan yang bersangkutan karena terbukti bersalah.
“Kami juga telah mencatat soal kasus-kasus yang menyita perhatian publik yang salah satunya adalah kasus supriyani dan perlu kami sampaikan, Polda Sultra kiniĀ telah memberikan hukuman berupa demosi kepada oknum polisi yang melaporkan yang bersangkutan,”jelas Rudianto Lallo.
Ia menambahkan, Kunjungan kerja DPR RI Komisi III ke Sulawesi Tenggara memberikan gambaran tentang kondisi di daerah tersebut dan menjadi masukan berharga untuk kegiataan DPR selanjutnya.
“Inilah gambaran hasil kunjungan kerja yang spesifik komisi III DPR RI bersama mitra dan 6 penegak hukum yang ada di Sulawesi tenggara,”tutupnya.
(Erl/red)
Tidak ada komentar