Jakarta, theasianet.com-Parlemen Israel mengesahkan undang-undang yang melarang UNRWA, badan PBB yang menangani bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Palestina, pada Senin (28/10). Keputusan ini menimbulkan kecaman keras dari Palestina dan PBB.

Palestina menegaskan bahwa tindakan Israel ini merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan menunjukkan sifat fasis rezim Zionis.

“Kami menolak dan mengutuk legislasi tersebut. Kami tak akan membiarkan ini. Suara terbanyak di Knesset mencerminkan transformasi Israel menjadi sebuah negara fasis,” kata Juru Bicara Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh di Ramallah, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari CNN Indonesia.com melalui Aljazeera, Selasa (29/10).

Kepala UNRWA, Phillippe Lazzarini, mengatakan bahwa larangan terhadap UNRWA akan mempersulit situasi pengungsi Palestina di Gaza dan Tepi Barat. UNRWA selama ini menjalankan tugas penting dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada jutaan pengungsi Palestina di wilayah tersebut.

“Tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional. Israel harus menghentikan upaya untuk melemahkan peran UNRWA,” tegas Lazzarini.

PBB juga menyatakan keprihatinan mendalam atas keputusan Parlemen Israel. PBB menyerukan agar Israel menghentikan tindakan yang menyerang organisasi kemanusiaan dan menghormati peran UNRWA dalam menangani krisis kemanusiaan di Palestina.

Sementara itu, DK PBB akan mengadakan pertemuan untuk membahas serangan Israel ke fasilitas militer Iran.

Di lain pihak, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan bahwa pasukan Israel (IDF) telah menghalangi program vaksinasi polio di wilayah tersebut. IDF mencegah tim vaksinasi mencapai Gaza Utara dan menghambat pelaksanaan vaksinasi di Kota Gaza.

Hal ini mengancam meningkatnya epidemi polio di Gaza dan wilayah sekitarnya.

Kasus polio pertama kali terkonfirmasi kembali di wilayah tersebut dalam 25 tahun. Kampanye vaksinasi besar-besaran telah dimulai bulan lalu dengan tujuan memvaksinasi lebih dari 640.000 anak di wilayah yang terkepung Israel.

 

CNN Indonesia