IDNK, Kendari – Guna memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara bersama Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menggelar program GENBI GROW (GenBI Resilience Organic Way).

​Kegiatan kolaboratif yang mengusung tema Literasi Kemandirian Ketahanan Pangan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (26–27/9/2026), di Kabupaten Kolaka, dengan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka.

​Asisten Analis Seksi Kehumasan BI Sultra, Muhammad Ashar, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk memberikan edukasi sekaligus aksi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga pangan dan tantangan perubahan iklim.

​”Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif. Edukasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) mencakup praktik budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, bayam, hingga kangkung untuk memperkuat kemandirian pangan tingkat rumah tangga,” ujar Muhammad Ashar.

​Selain teknik bercocok tanam, para peserta juga dibekali keterampilan pengelolaan limbah organik rumah tangga melalui pembuatan eco-enzyme. Didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka, praktik sederhana ini diperkenalkan agar masyarakat dapat mengolah sampah dapur menjadi pupuk ramah lingkungan penunjang budidaya tanaman.

​Sebagai langkah konkret mendorong keberlanjutan program, Panitia GENBI GROW juga membagikan bibit tanaman cabai secara gratis kepada seluruh peserta yang hadir.

​Tidak hanya berfokus pada sektor pangan dan lingkungan, kegiatan ini turut menyisipkan sosialisasi literasi kebanksentralan. Tim BI Sultra memaparkan materi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS, serta pentingnya perlindungan konsumen di era finansial modern.

​Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dengan dihadiri lebih dari 200 peserta yang terdiri atas kalangan pelajar, mahasiswa, hingga anggota Ibu-ibu Penggerak PKK se-Kabupaten Kolaka. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat Kolaka yang mandiri secara pangan sekaligus literat secara finansial.(Red)