PT Vale Indonesia Gelar Kick Off Meeting Rehabilitasi DAS Tahap 1 di Sultra: Sinergi dan Kolaborasi Jamin Kesuksesan Penanaman 3.081 Hektar

waktu baca 4 menit
Kamis, 17 Okt 2024 12:23 350 IDNKendari.com

KENDARI, THEASIANET.COM-PT. Vale Indonesia Tbk berhasil melaksanakan Kick Off Meeting dalam rangka kegiatan penanaman Rehabilitasi DAS Tahap 1 wilayah Sulawesi Tenggara di Aula Kantor BPDAS Sampara Kendari (Senin/14/10/2024).

Dalam kegiatan Kick Off Meeting yang dilakukan, PT. Vale Indonesia memaparkan rencana kerja kegiatan penanaman Rehab DAS Tahap 1 seluas 3.081 hektar, dan menegaskan komitmen perusahaan untuk mensukseskan kegiatan penanaman di Sulawesi Tenggara.

Seperti diketahui, PT. Vale Indonesia memiliki kewajiban sebesar 12.500 hektar berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kegiatan Rehab DAS di Sulawesi Tenggara yang akan dilakukan secara bertahap.

Kepala BPDAS Sampara, Freddy Toimby Limbong, mengucapkan selamat datang kepada semua stakeholder yang telah hadir, dan juga mengapresiasi atas inisiatif dari PT. Vale Indonesia untuk melaksanakan pertemuan ini.

Ia menuturkan bahwa mungkin ini langkah awal sebagai pemantapan sebelum melaksanakan kegiatan penanaman di lapangan. Selain itu, pertemuan ini penting untuk menyamakan persepsi sekaligus perkenalan sehingga pada saat pelaksanaan di lapangan sudah lebih cair suasananya dan diharapkan sesuai dengan target dan tata waktu yang sudah ditetapkan.

Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak yang terkait untuk berkolaborasi dan bersinergi bersama dalam pelaksanaan kegiatan penanaman Rehab DAS PT. Vale Indonesia.

“Kita masing-masing punya peran, masing-masing harus melakukan apa, dan bagaimana agar rencana-rencana yang telah disusun dalam Rancangan Teknis dan sudah disupervisi, dalam pelaksanaannya nanti itu bisa berkolaborasi dan bersinergi sehingga terlaksana kegiatan penanaman sesuai dengan tata waktu dan kualitas yang telah ditetapkan,” ungkap Freddy dalam sambutannya.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, yang diwakili oleh Kepada Bidang PDAS-RHL, La Ode Yulardhi Junus, menekankan agar kegiatan Rehab DAS ini perlu melibatkan masyarakat lokal, dan memberi dampak atau Manfaat ekonomi bagi masyarakat, sehingga hal itu secara tidak langsung membantu pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi.

“Kami selalu mengingatkan pelibatan dan pemberdayaan masyarakat lokal khususnya kelompok-kelompok tani yang ada di lokasi tempat pelaksanaan kegiatan sangat perlu dilakukan, karena itu menjadi bagian dari upaya kita dalam pelaksanaan rehabilitasi lahan sehingga kegiatan yang dilakukan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dan menekan laju inflasi,” tegas Yulardhi dalam sambutannya.

Ia menuturkan bahwa pemerintah daerah Sulawesi Tenggara menyadari bahwa pemenuhan kewajiban yang dilaksanakan oleh para pemegang IPPKH sangat membantu pemerintah daerah dalam memulihkan lahan kritis yang ada di Sulawesi Tenggara.

Yulardi berharap agar dalam pelaksanaan kegiatan Rehab DAS ke depan dapat berjalan lancar, dan pihak terkait terus melakukan komunikasi dengan pemangku kawasan di tingkat tapak sehingga tujuan kegiatan dapat tercapai.

“Harapan kita, teman-teman dari PT. Vale Indonesia dan Vendor yang melaksanakan pekerjaan, betul-betul ini bisa membangun koordinasi yang baik khususnya yang berada di KPH, sehingga harapan kita pelaksanaan Rehab DAS ini benar-benar berhasil,” harapnya.

Sedangkan Snr. Project Manager Watershed Rehabilitation PT. Vale Indonesia, Fuji, mengucapkan terima kasih atas sambutannya kepada semua stakeholder terutama pihak BPDAS Sampara dan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ia juga menerangkan bahwa persiapan PT. Vale Indonesia pada pertemuan ini hanya pemaparan saja, karena sebelumnya pada dua minggu yang lalu, kita (PT. Vale Indonesia) sudah mengadakan Kick Off bersama vendor/kontraktor pelaksana, sekaligus perkenalan dengan vendor yang akan melakukan kegiatan Rehab DAS di Sulawesi Tenggara.

Pada kesempatan ini, PT. Vale Indonesia juga memperkenalkan Vendor/Kontraktor pelaksana yang akan bekerja sama dalam kegiatan penanaman Rehab DAS nantinya.

“Pemaparan rencana kerja kita ke depan seperti apa di Sulawesi Tenggara, dan kami akan perkenalkan satu persatu juga, kontraktor yang bergerak di lapangan dimana mereka ini adalah perpanjangan tangan dari PT. Vale Indonesia, serta PT. Vale Indonesia berkomitmen untuk mengupdate progress di lapangan kepada semua stakeholder secara rutin,” ujar Fuji dalam sambutannya.

Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa nanti akan ada tim yang rutin melakukan supervisi lapangan karena kebetulan kita (PT. Vale Indonesia) berkegiatan Rehab DAS, selain ada di 3 provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara, kami juga ada kegiatan Rehab DAS di Provinsi Bali dan Jawa Barat.

“Jadi nanti kita akan terus bergerak, akan terus jalan ke area-area untuk monitoring dan supervisi. Dengan adanya kegiatan-kegiatan di Sulawesi Tenggara, kegiatan Rehab DAS PT. Vale Indonesia, ada sekitar 33.000 hektar,” tegas Fuji.

Kegiatan ini diawali oleh sambutan dari Kepala BPDAS Sampara dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh Kepala Bidang PDAS-RHL. Selanjutnya pemaparan hasil penyusunan rancangan teknis penanaman oleh PT. Vale Indonesia, dan sesi tanya-jawab kepada stakeholder terkait.

Dalam kegiatan ini, turut hadir pejabat struktural lingkup BPAS Sampara (para Ka. Seksi), Konsultan LPPM Universitas Hasanuddin (Waslai), Kepala dan Staf KPH Patampanua Selatan, KPH Pulau Kabaena, dan KPH Katondoki, serta Vendor/Kontraktor pelaksana.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA