Proses pengembalian dana pungli ke siswa SMKN 4 Kendari. IDNKendari.com, Kendari–Setelah menjadi sorotan publik karena diduga sebagai pungutan liar (pungli), SMKN 4 Kendari resmi melaksanakan proses pengembalian dana partisipasi orang tua siswa mulai hari ini, Selasa (6/2).
Kepala sekolah, Herman, mengungkapkan bahwa dana yang awalnya disepakati bersama orang tua siswa di awal tahun ajaran itu dialokasikan untuk membiayai gaji 12 guru honorer. Namun, status para pendidik tersebut kini telah berubah setelah berhasil lulus seleksi dan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Karena guru honorer kami sudah menjadi PPPK, maka uang partisipasi yang telah dibayarkan akan kami kembalikan secara penuh sesuai kesepakatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dana yang dikenakan sebesar Rp270 ribu per semester (atau Rp45 ribu per bulan selama enam bulan) tersebut dikembalikan langsung di kelas masing-masing agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Sekolah menargetkan seluruh proses akan selesai hari ini.
“Dari total 1.134 siswa, hanya kelas X dan XI (sebanyak 790 siswa) yang dikenakan biaya tersebut. Kelas XII dibebaskan mengingat beban biaya kelulusan yang cukup tinggi,” bebernya.
Selain itu, kata dia, terdapat kebijakan khusus untuk beberapa jurusan – 26 siswa Kelas X Kriya Kayu digratiskan seluruhnya, sedangkan 28 siswa Kelas X Kriya Tekstil hanya membayar separuh dari nominal kesepakatan. Akibatnya, total pembayaran siswa bervariasi antara Rp100 ribu hingga Rp270 ribu untuk periode Juli-Desember 2025.
Menurutnya, sebagian dana sempat digunakan untuk mendanai keberangkatan tiga perwakilan sekolah ke Jakarta dalam rangka mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra).
“SMK memang memiliki beban biaya lebih besar ketimbang sekolah reguler. Ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dibiayai dari dana BOS namun harus tetap berjalan,” jelas Herman.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikbud Sultra, Husrin, menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan tidak boleh terulang kembali dikemudian hari.
“Partisipasi orang tua memang penting, tetapi harus dikelola dengan baik, transparan, dan tidak memberatkan. Tata kelola ke depan perlu diperbaiki agar sekolah tetap berjalan optimal,” harapnya.
SMKN 4 Kendari menjalankan berbagai program keahlian yang memerlukan biaya praktik, antara lain Kriya Kayu, Batik dan Tekstil, Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Broadcasting dan Perfilman, serta Desain Komunikasi Visual (DKV).(Red)
Tidak ada komentar