60 Guru Master Teacher Sultra Siap Ikut Seleksi Pengajar Sekolah Unggul Garuda

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Jan 2026 19:05 335 IDNKendari.com

IDNKendari.com, Kendari–Sebanyak 60 guru bersertifikat master teacher dari seluruh pelosok Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang dipersiapkan untuk mengikuti seleksi pengajar di Sekolah Unggul Garuda, salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas.

Para calon pengajar ini berasal dari 17 kabupaten dan kota di provinsi ini, meliputi Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana, Wakatobi, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Muna, Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, serta Kota Baubau.

Sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Sekolah Unggul Garuda dirancang untuk membawa pendidikan unggulan hingga ke daerah terpencil.

Di Sultra, lokasi pembangunan sekolah ini berada di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, dengan lahan seluas 20 hektare dan luas bangunan sekitar 4 hektare.

Proses pembangunan yang tengah berjalan saat ini ditargetkan akan mulai menerima peserta didik pada Juli 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof. Aris Badara, mengungkapkan bahwa Sultra termasuk keempat daerah pertama di Indonesia yang mendapatkan pembangunan Sekolah Unggul Garuda, bersama dengan Kota Soe (NTT), Kabupaten Belitung Timur (Kepulauan Bangka Belitung), dan Kalimantan Utara.

“Sultra bahkan memperoleh alokasi anggaran pembangunan fisik terbesar di antara keempat wilayah tersebut,” ujar Prof. Aris saat ditemui awak media di Kantor Dikbud Sultra, Senin (5/1).

Ia mengakui bahwa sebelumnya pembangunan sempat menghadapi kendala teknis, namun mulai bulan Januari 2026 prosesnya telah berjalan kembali normal.

“Jika gedung utama belum selesai tepat waktu, Pemprov Sultra telah siap menyediakan sekolah transit yang memenuhi standar minimal yang ditetapkan,” ungkapnya.

Mengenai tenaga pendidik, Prof. Aris menjelaskan bahwa seleksi pengajar sepenuhnya dikelola oleh pemerintah pusat karena Sekolah Unggul Garuda merupakan sekolah nasional.

Kata dia, peran Pemprov Sultra adalah mempersiapkan calon-calon pengajar berkualitas untuk mengikuti tahapan seleksi tersebut.

“Kita siapkan 60 guru master teacher yang seluruhnya berstatus PNS. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi guru lain yang belum memiliki sertifikat tersebut untuk mendaftar dan mengikuti seleksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, rekrutmen akan dilakukan secara ketat dan berbasis data untuk memastikan kualitas pendidik sesuai standar nasional.

“Kami sangat berharap agar sebagian besar pengajar di Sekolah Unggul Garuda Konawe Selatan nantinya berasal dari putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA