TPID Kota Kendari dan Bank Indonesia Sultra Launching Program Sinergi Optimal Gerakan Pengendalian Inflasi 2026

waktu baca 4 menit
Kamis, 16 Apr 2026 10:28 13 IDNKendari.com

IDNK, KENDARI – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan dalam rangka akselerasi program pengendalian inflasi, Rabu, 15 April 2026.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Tahun 2026, yang menjadi strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Gerakan tersebut ditempuh sebagai respons atas semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, di antaranya risiko perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman. Pendekatan inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan terus diperkuat, tidak hanya berorientasi pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga penguatan pasokan pangan secara struktural serta perubahan budaya masyarakat dalam jangka panjang melalui dukungan berbagai unsur stakeholder.

Rakor Pangan Kota Kendari 2026 dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, jajaran Forkopimda Kota Kendari, pimpinan OPD anggota TPID, perwakilan pemerintah daerah mitra KAD, serta stakeholder strategis di luar TPID, di antaranya Kepala BPMP, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari, Ketua PKK Kota Kendari, dan akademisi.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri 161 perwakilan pelaku kios pangan digital Kota Kendari yang akan menerima sosialisasi peningkatan kompetensi manajemen distribusi komoditas serta pengelolaan pangan.

Perkembangan inflasi Kota Kendari pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,33 persen mtm, 2,95 persen yoy, dan 1,16 persen ytd. Inflasi ini utamanya didorong oleh komoditas bahan bakar rumah tangga, beras, bensin, cabai rawit, dan ikan kembung, dengan tekanan terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Hal tersebut menunjukkan bahwa pangan tetap menjadi komponen yang sangat menentukan dalam pembentukan inflasi daerah.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara Edwin Permadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakor Pangan tahun ini menegaskan tiga arah strategis utama, yakni optimalisasi sinergi, akselerasi intervensi harga, dan pengendalian sisi permintaan melalui edukasi perubahan pola konsumsi.

“Dari ketiga fokus tersebut, saya ingin menekankan bahwa kata kuncinya adalah sinergi. Tanpa sinergi, program yang baik akan berjalan sendiri-sendiri. Namun dengan sinergi, program yang sama dapat menjadi jauh lebih luas dampaknya, lebih cepat implementasinya, dan lebih kuat keberlanjutannya,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M menegaskan bahwa Rakor Pangan 2026 bertujuan menjaga inflasi tetap terkendali dan stabil melalui program yang inovatif serta inklusif. Hal itu menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi Kota Kendari yang berkelanjutan melalui sinergi pengendalian inflasi yang semakin inklusif dengan melibatkan berbagai stakeholder di luar anggota TPID.

Rakor Pangan 2026 menghasilkan beberapa program pengendalian inflasi, meliputi:

  1. Akselerasi intervensi harga, melalui penambahan 70 Kios Pangan Digital baru dan 5 Kerjasama Antardaerah Business to Business (B2B) guna memperkuat distribusi serta menjaga ketersediaan pasokan pangan strategis. Langkah ini diharapkan dapat memperpendek rantai pasok, meningkatkan efisiensi, dan menahan gejolak harga sehingga mendukung pengendalian inflasi daerah.
  2. Launching program sinergi PKK Kasoami (Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi) yang melibatkan 11 PKK Kecamatan di Kota Kendari. Program ini menjadi upaya pengendalian inflasi dari unit terkecil di masyarakat, yakni keluarga, dengan harapan mendorong belanja bijak dan konsumsi masyarakat yang lebih beragam sehingga harga komoditas lebih terkendali.
  3. Launching program Sekolah Hebat (Hijau, Edukatif, dan Berkarakter) di 24 SMPN Kota Kendari. Program ini menjadi upaya edukasi pengendalian inflasi jangka panjang kepada anak usia dini. Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan menjadi laboratorium hijau yang produktif, tempat siswa belajar berkebun, mengenal inflasi sejak dini, hingga membentuk karakter melalui pendidikan project case.

Melalui sinergi yang optimal dan semakin kuat antara Pemerintah Kota Kendari, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai program yang telah diluncurkan dalam Rakor Pangan 2026 dapat diimplementasikan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

Ke depan, TPID Kota Kendari bersama Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dari hulu ke hilir melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, intervensi harga, maupun edukasi perubahan perilaku konsumsi masyarakat guna menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Kendari yang kuat serta berkelanjutan.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA