Jepang Mulai Menjauh Dari Indonesia, Uang Cina Mengalir Terus Menerus ke Indonesia

waktu baca 3 menit
Selasa, 29 Jul 2025 14:30 126 IDNKendari.com

Theasianet.com, Kendari-Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan pencapaian gemilang realisasi investasi Indonesia pada semester I-2025 yang menembus angka Rp942 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 13,6% secara tahunan (yoy), sekaligus setara dengan 49,5% dari target investasi pemerintah tahun ini yang dipatok Rp1.905,9 triliun.

Dikutip dari laman CNBC Indonesia, dari total tersebut, dominasi investasi dalam negeri (PMDN) terlihat jelas dengan kontribusi Rp510,3 triliun, sementara investasi asing langsung (PMA) menyumbang Rp432,6 triliun. Namun, di balik angka-angka optimistis ini, terjadi pergeseran menarik dalam peta investor asing di Indonesia yang patut menjadi sorotan.

Salah satu kejutan terbesar datang dari Jepang. Negara yang dulunya menjadi salah satu investor terbesar dan paling konsisten di Indonesia ini kini mulai tergeser dari jajaran teratas. Data BKPM menunjukkan tren penurunan investasi Jepang yang cukup mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada semester I-2019, Jepang masih perkasa di posisi kedua dengan realisasi investasi US$2,4 miliar, hanya kalah dari Singapura dan mengungguli raksasa ekonomi seperti China. Namun, sejak itu, posisi Jepang terus merosot. Pada semester I-2020, investasi Jepang anjlok menjadi US$1,2 miliar, menggesernya ke posisi keempat.

Meskipun sempat ada pemulihan tipis di semester I-2023 dengan capaian US2miliar,Jepangtetapdiluartigabesar.PenurunankembaliterjadisignifikanpadasemesterI−2024menjadi∗∗US1,8 miliar**, membuatnya terlempar ke posisi kelima. Tren negatif ini mencapai puncaknya di semester I-2025, ketika Jepang hanya mampu merealisasikan investasi US$1,6 miliar, menjadikannya negara dengan nilai investasi terendah di antara lima besar investor asing di Indonesia. Apakah ini sinyal Jepang mulai menjauh dari pasar Indonesia?

Berbeda dengan Jepang, Malaysia justru menunjukkan kebangkitan yang mengejutkan. Setelah sempat absen dari lima besar investor utama selama beberapa tahun, Malaysia kembali mencatatkan namanya dengan gemilang.

Pada semester I-2019, Malaysia masih berada di posisi kelima dengan investasi US1miliar. Namun, pada semesterI−2020,investasi Malaysia melesat tajam hingga∗∗US5,9 miliar**, mengantarkannya ke posisi ketiga dan bahkan mengungguli Jepang serta Hong Kong. Meski sempat tidak masuk lima besar pada 2023 dan 2024, Malaysia kembali unjuk gigi di semester I-2025 dengan realisasi US$1,7 miliar, menempati posisi keempat, persis di atas Jepang. Kembalinya Malaysia ini mencerminkan minat yang semakin besar dari investor Negeri Jiran terhadap potensi ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, China terus menunjukkan dominasinya. Sejak 2017, investasi China melesat tak terbendung. Dari hanya US297jutapada2013,investasiChinakinimenembus∗∗US3,6 miliar** pada Januari-Juni 2025, menjadikannya salah satu investor terbesar dan paling agresif di Indonesia.

Pergeseran dinamika investasi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah dalam merumuskan strategi menarik investasi ke depan. Bagaimana Indonesia akan menyikapi perubahan peta kekuatan investor asing ini untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional?.(red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA