IDNK, Krndari – Unit Penunjang Akademik (UPA) Kebun Ilmu Hayati atau Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO) kembali memperkuat kapasitas akademik bidang kehutanan dan lingkungan melalui kegiatan Pelatihan Kalkulator Karbon dan Biodiversitas, Kamis (8/10/2026).

Pelatihan yang diselenggarakan di Kendari ini diikuti oleh 20 peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) UHO. Kegiatan ini menghadirkan pakar kehutanan dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta, Dr. Siti Maimunah, sebagai narasumber utama.

Kepala Kebun Raya UHO, Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman teoretis sekaligus keterampilan praktis dalam mengukur dan menganalisis data lingkungan.

“Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mahasiswa dan dosen terkait teknik pengambilan data untuk kebutuhan analisis karbon dan biodiversitas serta cara analisisnya pada format analisis baku,” jelas Prof. Danu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi di ruang seminar FHIL UHO. Setelah sesi teori rampung, para peserta langsung diarahkan menuju kawasan Kebun Raya UHO untuk melaksanakan praktik lapangan.

Di lokasi, peserta dibimbing langsung untuk membuat plot pengamatan serta melakukan tata cara pengambilan data nyata. Sesi praktik ini dinilai krusial agar peserta memahami tahapan teknis pengumpulan data yang dibutuhkan dalam menghitung potensi serapan karbon maupun menganalisis indeks keanekaragaman jenis tumbuhan di kawasan konservasi tersebut.

Prof. Danu menambahkan, penguasaan teknik pengolahan data ini menjadi bekal penting bagi civitas akademika untuk menunjang kegiatan riset, proses pembelajaran, serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis lingkungan.

Perkuat Basis Data Ilmiah Berkelanjutan

Sebagai Guru Besar FHIL UHO, Prof. Danu turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan data riil yang komprehensif mengenai kondisi ekologis di kawasan Kebun Raya UHO.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena dengan kegiatan ini, data potensi karbon dan indeks keanekaragaman jenis tumbuhan di Kebun Raya UHO dapat tersedia,” ungkapnya.

Ketersediaan data ilmiah tersebut nantinya diharapkan menjadi pijakan strategis dalam pengembangan basis data (database) riset, pemantauan keanekaragaman hayati, serta mendukung pengelolaan kawasan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan jangka panjang.(Red)