MPU Aceh Desak Presiden Jokowi Bersikap Tegas Soal Penanganan Pengungsi Rohingya di Aceh

waktu baca 2 menit
Sabtu, 30 Des 2023 23:28 136 IDNKendari.com

Ket: Saat sejumlah kelompok mahasiswa usir paksa pengungsi Rohingya dari BMA, Pada (27/12) lalu.

Banda Aceh, THEASIANET.COM-Ketua Majelis Permusyarawatan Ulama Tgl Faisal Ali angkat bicara soal pengungsi Rohingya yang ada di Banda Aceh. Ia mendesak agar Presiden Joko Widodo agar segera bertindak mengenai penanganan para etnis Rohingya yang ada di Aceh.

Faisal menyindir tidak ada langkah dari pemerintah pusat terkait kebijakan untuk pengungsi Rohingya. Ia menilai masalah imigran gelap itu seakan ‘dilempar’ ke Pemerintah Aceh dan masyarakat serambi Mekkah.

“Selama ini kita lihat belum ada sikap yang tepat dari pemerintah pusat dalam penanganan para pengungsi Rohingya di Aceh, kami menilai masalah imigran gelap itu seakan dilempar ke pemerintah Aceh dan masyarakat serambi Mekkah, adahal masyarakat Aceh sifatnya hanya membantu”Kata Faisal saat kunjungannya di tempat penampungan sementara di gedung BMA, Sabtu (30/12).

Lebih lanjut, ia menyesalkan adanya narasi yang diskriminatif dan memojokkan pengungsi Rohingya hingga berujung ke aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa terhadap pengungsi Rohingya beberapa waktu lalu.

Atas aksi itu ia menilai membuat wajah Aceh tercoreng dan memudarkan slogan adat Serambi Mekkah yang memuliakan tamu. Ia meminta masyarakat Aceh untuk melihat secara jernih kasus Rohingya dan tidak termakan isu-isu miring hingga melakukan tindakan yang berpotensi membuat perpecahan.

“Siapapun yang tamu dalam konteks kemanusiaan itu harus kita berikan semampu yang kita berikan. Yang senang silahkan berpartisipasi untuk memberikan apa yang bisa diberikan. Yang tidak senang berdoa sajalah jangan sampai kita melakukan sesuatu yang memang di luar batas wajar,” Ujarnya.

Sebelumnya Menko Polhukam Mahfud MD memerintahkan jajarannya untuk menempatkan pengungsi Rohingya di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) dan Yayasan Aceh.

“Hari ini saya sudah mengambil keputusan dan tindakan agar pengungsi-pengungsi Rohingya itu ditempatkan di satu tempat yang aman. Satu ditempatkan di Gedung PMI, sebagian lagi ditempatkan di Gedung Yayasan Aceh,” kata Mahfud di Buduran, Sidoarjo, Kamis (28/12).

Mahfud mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla (JK). Ia juga sudah berpesan agar aparat keamanan menjaga lokasi pengungsian karena ini soal kemanusiaan.

Mahfud menyebut Indonesia sebenarnya tak terikat dengan konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang pengungsi. Namun hingga kini, etnis Rohingya masih menempati basement gedung BMA.*

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Theasianet
    2 tahun  lalu

    Pemerintah harus di desak penanganan para pengungsi Rohingya

    Balas
LAINNYA