Pemerintah Kota Kendari menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda. Theasianet.com, Kendari-Pemerintah Kota Kendari menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam suasana santai bertajuk coffee morning, Rabu (30/7/2025), yang berlangsung di Pelataran Kantor Balai Kota Kendari.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari sebagai upaya memperkuat komunikasi dan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas, ketertiban, dan kenyamanan Kota Kendari.
Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Kendari, Wakil Wali Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Kendari, Komandan Lanud Haluoleo, Komandan Lanal Kendari, Komandan Detasemen Polisi Militer Kendari, Ketua Pengadilan Negeri Kendari, Ketua Pengadilan Agama Kendari, perwakilan dari Polresta Kendari, perwakilan dari Kodim 1413/Haluoleo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kendari, Sekretaris Daerah Kota Kendari, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kendari.
Wali Kota menekankan bahwa penyelesaian persoalan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan kerja sama dan partisipasi aktif seluruh unsur Forkopimda. Wali Kota menyebut rapat ini sebagai forum strategis untuk saling bertukar informasi, menyampaikan evaluasi, dan menguatkan koordinasi antarlembaga demi kebaikan Kota Kendari.
“Tanggung jawab menjaga daerah ini bukan hanya milik pemerintah kota, tapi milik kita semua,” ujar wali kota.
Sejumlah isu strategis diangkat dan dibahas secara terbuka dalam pertemuan tersebut. Ketua Pengadilan Negeri Kendari menyampaikan bahwa perkara narkoba dan sengketa tanah masih mendominasi penanganan kasus di wilayah hukum Kendari. Kepala BIN Daerah Kendari menyoroti fenomena manusia gerobak yang diduga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi, salah satunya dengan mengumpulkan kembali sedekah berupa nasi kotak yang dibagikan oleh masyarakat, lalu menjualnya kepada para buruh bangunan. Hal ini dianggap meresahkan dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap kegiatan sosial.
Komandan Lanud Haluoleo memberikan perhatian pada pentingnya koordinasi dalam pembangunan kota, khususnya di area-area yang berdekatan dengan jalur penerbangan militer. Menurutnya, pembangunan yang tidak dikomunikasikan dengan pihak Lanud dapat menimbulkan gangguan keselamatan maupun operasional penerbangan.
Komandan Lanal Kendari mengangkat persoalan kebersihan lingkungan di Kecamatan Kendari Barat yang dinilai masih kurang memadai dalam penyediaan bak sampah dan fasilitas pengelolaan limbah. Ketua Pengadilan Agama menyoroti masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat terkait pernikahan sah, yang berdampak langsung pada perlindungan hukum bagi perempuan dan anak.
Forum juga membahas isu penyaluran bantuan sosial yang kerap disalahgunakan, serta meningkatnya kasus balapan liar dan kenakalan remaja yang memerlukan pengawasan dan intervensi lebih serius.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wali Kota Kendari menyatakan bahwa seluruh rekomendasi dari Forkopimda akan segera ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah sesuai dengan tupoksi masing-masing.
Wali Kota juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota terbuka terhadap kritik dan saran dari berbagai pihak sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, partisipatif, dan bertanggung jawab.
“Jika ada program atau kegiatan kami yang tidak sesuai aturan, mohon ditegur. Kita satu tujuan, melayani masyarakat dan menjaga kota ini tetap aman dan harmonis,” ujar Wali Kota.
Rapat koordinasi ini menjadi wujud nyata kolaborasi antarlembaga dalam menyatukan langkah dan semangat membangun Kota Kendari yang lebih kuat, tertib, dan berdaya saing.(als/red)
Tidak ada komentar