Serangan Israel ke Markas UNIFIL di Lebanon: Dua Personel TNI Terluka

waktu baca 2 menit
Kamis, 10 Okt 2024 23:49 220 IDNKendari.com

JAKARTA, THEASIANET.COM-Dua personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan terluka akibat serangan militer Israel ke markas besar pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon atau UNIFIL pada Kamis (10/10/2024) pagi.

Dikutip dari laman CNN INDONESIA, Juru bicara misi PBB UNIFIL, Andrea Tanenti, menyatakan bahwa Israel menargetkan tiga pangkalan UNIFIL di Lebanon, termasuk satu markas besar UNIFIL dan dua pos UNIFIL di bawah pengawasan Italia.

Dilansir AFP, dua pasukan penjaga perdamaian PBB terluka akibat serangan tank Merkava Israel yang menargetkan menara pengamatan markas UNIFIL di Naqura.

“Pagi ini, dua penjaga perdamaian terluka setelah tank Merkava IDF menembakkan senjatanya ke arah menara pengamatan di markas UNIFIL di Naqura,” jelas pernyataan UNIFIL, dikutip dari laman CNN INDONESIA.

“Tembakan tersebut mengenai langsung dan menyebabkan mereka jatuh,”tambahnya.

Sumber intelijen militer Lebanon melaporkan bahwa tentara Israel melepaskan tembakan ke salah satu pangkalan milik Italia di sepanjang garis demarkasi dengan Lebanon. Lokasi yang ditembaki oleh IDF adalah pangkalan UNP 1-31 di bukit Laboune, area yang berada di bawah tanggung jawab kontingen Italia. Setelah sebuah drone Israel berulang kali terbang di atas pangkalan tersebut, tembakan artileri Israel menargetkan pintu masuk bunker yang melindungi tentara Italia. Sistem komunikasi antara pangkalan tersebut dan markas komando UNIFIL di Naqura juga mengalami kerusakan akibat serangan Israel ini.

Kantor berita Italia, ANSA, melaporkan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB yang terluka di Naqura merupakan personel asal Indonesia. Sumber medis lokal menyatakan bahwa kedua penjaga perdamaian PBB tersebut tidak mengalami cedera serius.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Hariyanto mengkonfirmasi kabar dua personel TNI yang terluka.

“Akibat kejadian tersebut personel TNI terkena rekoset. Mengalami luka ringan pada kaki dan dalam kondisi normal,” kata Hariyanto.

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak mengirimkan tentara untuk membantu misi pasukan PBB di Lebanon. Tercatat sekitar 1.232 anggota TNI bertugas di UNIFIL Lebanon.

Serangan Israel ke markas UNIFIL ini berlangsung kala Tel Aviv terus melancarkan gempuran udara hingga invasi darat ke Lebanon dengan dalih berperang melawan milisi Hizbullah. Serangan ini juga terjadi berselang beberapa hari setelah Israel membangun pos militer dekat dengan pos pasukan UNIFIL di tenggara Maroun al-Ras di dalam wilayah Lebanon.

Sumber : CNN INDONESIA

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA