IDNKendari.com, Kendari–Setelah hampir seminggu beredar informasi bervariasi di media sosial, Detasemen Polisi Militer (Denpom) 14/3 Kendari akhirnya mengungkapkan motif dua oknum anggota TNI yang menghabisi nyawa seorang wanita di Baubau.
Bukan karena “kepergok dalam kondisi tidak normal” seperti yang beredar, ternyata kasus itu berawal dari hubungan asmara yang berantakan.
Kejadian bermula ketika mayat wanita bernama Waode Nur Kiki alias Kiki (23) ditemukan warga di bawah jembatan Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Minggu (21/12) sekitar pukul 12.30 WITA.
Saat ditemukan kondisinya mengagetkan warga karena ditemukan tanpa busana, tubuh membusuk, ada luka bakar, robek di leher, dan benturan di kepala akibat benda tumpul.
“Saksi yang menemukan langsung merekam video dan melapor ke polisi. Kami menemukan botol BBM bekas dan pakaian dalam yang terbakar sebagai bukti,” ungkap Kapolsek Kokalukuna Iptu Rahmansyah.
Awalnya penyelidikan ditangani Polres Baubau, namun Senin (22/12) mereka tiba-tiba bungkam. Ternyata, terduga pelaku adalah dua orang anggota TNI berinisial Prada Y (19) dan Prada Z (19), yang kemudian diambil alih oleh Subdenpom Baubau dan Denpom Kendari.
Di media sosial, beredar hoaks bahwa kedua pelaku terbukti “tidak normal” dan kepergok oleh Kiki, yang kemudian berujung cekcok dan pembunuhan. Namun, Komandan Denpom 14/3 Kendari Letkol CPM Hariyadi Budaya Pela membongkar kenyataan yang berbeda.
“Motifnya karena pacarnya hamil jadi korban minta pertanggungjawaban,” katanya dalam konfirmasi dengan wartawan.
Hariyadi menjelaskan bahwa Prada Y sebenarnya adalah pacar Kiki, dan keduanya bersama Prada Z terlibat dalam aksi pembunuhan.
Setelah membunuh, korban kemudian dibuang di bawah jembatan dan tubuhnya dibakar. Saat ini, kedua pelaku dalam pengawasan ketat dan pemeriksaan penyidik TNI.
“Kami masih menunggu hasil autopsi rumah sakit untuk informasi lebih lanjut. Semua proses akan disampaikan secara transparan setelah data lengkap keluar,” tambahnya.
(erl/red)






Tinggalkan Balasan