IDNK, Kendari–Upaya menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat jelang Ramadan terus dilakukan Pemerintah Kota Kendari. Melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Pemkot Kendari berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan berlangsung mulai 9 Februari 2026.
Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Dengan menghadirkan bahan pangan strategis berharga terjangkau, masyarakat diharapkan dapat menyambut bulan suci dengan lebih tenang.
Kepala Dinas Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf, menegaskan bahwa GPM merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi tanpa tekanan ekonomi berlebihan.
“Menjelang hari besar keagamaan, konsumsi masyarakat meningkat. Kami ingin masyarakat bisa menyambut Ramadan dengan rasa aman dan senang, tanpa khawatir harga melonjak,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Sebelum menggandeng Bank Indonesia, Dinas Ketapang telah lebih dulu melaksanakan GPM Mandiri di 10 kelurahan sebagai langkah awal stabilisasi harga. Kolaborasi bersama BI Sultra ini akan memperluas jangkauan pelayanan, dengan pembukaan resmi oleh Wali Kota Kendari di Halaman Kantor Wali Kota Kendari pada 9–13 Februari 2026.
Tak hanya terpusat di satu lokasi, pengendalian harga pangan juga akan dilakukan secara berkelanjutan. Abdul Rauf memastikan timnya siap turun langsung ke kecamatan dan kelurahan sesuai kebutuhan wilayah.
“Setelah pembukaan, kami akan bergerak ke kecamatan dan kelurahan. Titik pelaksanaan akan ditentukan bersama camat dan lurah sebagai upaya mengendalikan harga selama Ramadan,” jelasnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemkot Kendari berharap ketersediaan bahan pangan tetap terjaga, inflasi daerah dapat dikendalikan, serta kesejahteraan masyarakat tetap terlindungi hingga perayaan Idul Fitri mendatang.(red)






Tinggalkan Balasan