Kepala Bandara Halu Oleo Kendari Intimidasi Wartawan Antaranews Sultra, Paksa Hapus Video dan Foto Keberangkatan 4 Tersangka OTT KPK

waktu baca 3 menit
Jumat, 8 Agu 2025 14:32 216 IDNKendari.com

Theasianet.com, Kendari-Insiden intimidasi menimpa seorang jurnalis LKBN Antara, La Ode Muh Deden, saat meliput keberangkatan empat tersangka operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandara Haluoleo Kendari, Jumat (8/8/2025).

Akibatnya, seluruh hasil dokumentasi Deden terkait keberangkatan empat tersangka kasus suap di area Bandara Halu Oleo Kendari terpaksa dihapus.

Peristiwa ini bermula ketika empat tersangka OTT KPK, diterbangkan dari Kendari menuju Jakarta.

Rombongan penyidik KPK yang mengawal para tersangka tiba di Bandara Haluoleo sekitar pukul 05.45 WITA, usai bertolak dari gedung Tipikor Polda Sultra.

Deden, yang telah bersiaga di bandara, berhasil mengambil beberapa gambar dan video saat para tersangka melakukan pemeriksaan tiket di pintu keberangkatan.

Namun, aksinya terhenti setelah Kepala Bandara Haluoleo, Denny Ariyanto, tiba-tiba menghampiri dan melarangnya meliput.

“Dia larang ambil gambar, katanya di situ (tempat pemeriksaan awal) daerah sensitif, tidak boleh ambil gambar,” ujar Deden menceritakan insiden tersebut.

Denny Ariyanto kemudian menunjuk ke arah Deden dan memberi tahu tujuh anak buahnya. Merasa ditegur, Deden mendatangi mereka untuk mempertanyakan larangan tersebut sambil menunjukkan hasil liputannya.

Perdebatan pun tak terhindarkan. Karena kalah jumlah dan merasa tertekan, Deden akhirnya menghapus sejumlah gambar foto dan video keberangkatan empat tersangka.

Namun, intimidasi tidak berhenti sampai di situ. Petugas bandara kembali memeriksa ponsel Deden dan meminta agar semua gambar yang tersimpan, termasuk yang ada di folder ‘baru dihapus’ atau ‘sampah’, ikut dilenyapkan.

“Menurut petugas bandara, itu permintaan KPK yang tidak mau diliput dan kepala bandara tidak mau bermasalah,” jelas Deden.

Dengan terpaksa, Deden kembali menghapus seluruh sisa dokumentasi liputannya.

“Saya terpaksa hapus, karena sudah tertekan, kalah jumlah, mereka banyak tujuh orang, saya sendiri. Jadi, sama sekali tidak ada gambar liputan,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi terkait insiden ini, Humas Bandara Haluoleo, Nurlansa, tidak memberikan respons.

Sebelumnya, kasus OTT KPK ini menjerat total tujuh orang, termasuk Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis. Keempat tersangka yang dibawa dari Kendari merupakan bagian dari tujuh orang tersebut.

Informasi yang dihimpun, operasi senyap KPK ini dimulai di Kolaka Timur dengan menyegel ruang kerja Bupati, dua ruangan di Dinas Kesehatan, dan tiga ruangan di Dinas PUPR.

Tim KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai yang disimpan dalam kardus dan tas ransel.

Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, yang sempat berada di Makassar untuk menghadiri Rakernas Partai NasDem, juga turut ditangkap. Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.

“Sudah semalam dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sulsel,” kata Fitroh, dikutip dari CNN Indonesia.

Setelah menjalani pemeriksaan, ketujuh tersangka rencananya akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada hari ini, Jumat (8/8/2025).(erl/TAN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA