Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haluoleo Kendari, Denny Arianto saat permintaan maafnya kepada jurnalis Antaranews Sultra La Ode Muh. Deden Saputra usai melakukan intimidasi. Theasianet.com, Kendari-Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haluoleo Kendari, Denny Arianto, menyampaikan permohonan maaf atas insiden penghapusan paksa video dan foto milik jurnalis Kantor Berita Antara, La Ode Muh Deden Saputra.
Kejadian yang memicu ancaman tuntutan pidana ini terjadi saat Deden meliput keberangkatan rombongan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Dalam kesempatan ini, perkenankan saya menyampaikan permohonan maaf apabila dalam melaksanakan tugas kemarin ada kesalahan prosedur,” ujar Denny saat memberikan klarifikasi di Kendari pada Sabtu (9/8/2025).
Denny menegaskan bahwa tindakannya tidak didasari niat untuk mengintimidasi, melecehkan, atau berpikiran negatif terhadap profesi jurnalis.
Ia berterima kasih kepada perwakilan media, termasuk dari LKBN Antara, PWI, AJI, dan IJTI, yang telah berpartisipasi dalam pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini.
Diketahui sebelumnya Insiden bermula pada Jumat (8/8/2025) sekitar pukul 06.20 WITA di area check-in Bandara Haluoleo. Saat itu, La Ode Muh Deden Saputra sedang meliput keberangkatan rombongan KPK bersama empat tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kolaka Timur.
Meskipun telah ditegur oleh Denny Arianto, Deden tetap melanjutkan tugasnya, menganggap area bandara sebagai ruang publik tanpa larangan resmi.
Namun, tak lama kemudian, sejumlah petugas bandara yang diperintah Denny mendatangi Deden. Mereka melarangnya mengambil gambar, dengan alasan area tersebut adalah “daerah sensitif” dan mengklaim perintah itu berasal dari KPK.
Petugas lalu memaksa Deden membuka ponselnya dan menghapus seluruh video yang telah direkam. Setelah penghapusan, ponsel Deden diperiksa kembali untuk memastikan tidak ada lagi materi liputan yang tersisa.
Menanggapi permohonan maaf tersebut, Kepala LKBN Antara, Zabur, menyambut baik niat klarifikasi dari pihak bandara. Ia berharap insiden ini dapat menjadi pembelajaran penting agar tidak terulang di masa depan.
“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran agar tidak terulang, supaya ada sinergi antara peran jurnalis dengan bandara, khususnya menyangkut informasi kepada masyarakat,” kata Zabur.
Zabur juga berharap ke depannya akan ada kolaborasi antara jurnalis dan pihak bandara dalam membangun Sulawesi Tenggara menjadi lebih baik. Seluruh pihak media yang hadir menerima permohonan maaf dari Denny Arianto Kepala Bandara Haluoleo Kendari.
erl/ten
Tidak ada komentar