Proses evakuasi La Kaeda seorang Kakek berumur 65 tahun saat dievakuasi Tim SAR dalam keadaan meninggal dunia. (Dok: Basarnas Kendari)
Wakatobi, THEASIANET.COM-Sungguh Pilu nasib yang di rasakan La Kaeda seorang Kakek berumur 65 tahun, banting tulang demi menafkahi keluarganya dengan bekerja sebagai nelayan. Meski telah berumur dan memiliki riwayat penyakit lambung dan sesak nafas yang biasa kambuh. La Kaeda pantang menyerah untuk pensiun sebagai nelayan.
Pada tanggal 16 Januari 2024 sekitar pukul 06.30 Wita La Kaeda bersama anak laki-lakinya bernama Lampane berencana turun melaut dengan menggunakan 2 kapal untuk mencari ikan di sekitaran perairan Desa Longa. Namun saat itu anak dari La Kaeda tidak menyadari bahwa hari itu dimana hari terakhir akan melihat sang ayah. Sekitar pukul 11.00 Wita, Lampane terlebih dahulu naik ke daratan, sedangkan sang ayah masih menjalani aktifitasnya memancing di sekitaran rumpon tempat mereka biasa memancing hingga pukul 19.30 Wita.
Tak biasanya korban kembali ke daratan selama itu, pihak keluarga kemudian merasa khawatir, sehingga anak korban berupaya untuk menghubungi telepon genggam korban, namun saat di hubungin telepon genggam tersebut tidak aktif lagi.
Pada pukul 19.45 Wita anak korban memutuskan untuk pergi ke lokasi tempat mereka memancing dan sang ayah tidak diketemukan. Meski telah dilakukan upaya pencarian oleh pihak keluarga dan masyarakat sekitar namun hasilnya nihil.
Merasa putus asa, pihak keluarga kemudian melaporkan hal itu kepada Tim Sar agar La Kaeda segera ditemukan.
Kepala KPP Kendari Muhamad Arafah mengatakan, Pada tanggal 17 Januari 2024 sekitar pukul 07.10 Wita Comm Centre KPP Kendari menerima informasi dari Lampane (anak korban) yang melaporkan sang ayah hilang, menanggapi informasi itu sekitar pukul 07.30 Wita Tim Rescue Pos Sar Wakatobi diberangkatkan menuju Last Know Position (LKP) dengan menggunakan alat Rigid Inflatable Boat (RIB).
“Pada pukul 08.05 Wita Tim Rescue Pos SAR Wakatobi tiba di LKP dan menuju ke lokasi penemuan longboat milik korban di perairan matahora sekitar 3 NM arah utara dari Tanjung pantai Desa matahora,”Kata Arafah kepada awak media.
Lebih lanjut Arafah mengatakan, Setelah berkoordinasi dengan nelayan setempat, Tim melanjutkan Pencarian menuju arah timur kampung sousu menyisir hingga perairan Desa liya. Hingga memasuki pukul 17.20 Wita Pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan hasil Nihil, Pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada pagi pukul 07.00 Wita (18/1/2024).
“Pada pukul 07.00 Wita pagi Tim Sar Gabungan kembali melanjutkan Ops Sar. Namun sekitar pukul 08.10 Wita Comm Centre KPP Kendari yang kembali menerima informasi dari Koordinator Pos Sar Wakatobi yang melaporkan bahwa pada pukul 06.00 Wita korban ditemukan oleh Nelayan Desa Patuno dalam keadaan meninggal dunia diperairan Desa longa sekitar 2 NM Arah timur Tenggara dari LKP. selanjutnya korban dievakuasi ke rumah duka dan diserahterimakan kepada pihak keluarga,”Terangnya.*
Tidak ada komentar