IDNKendari.com, Kendari–Prosesi pelantikan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Tenggara periode 2025–2029 menjadi ajang konsolidasi organisasi kepemudaan dalam memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah. Kegiatan yang berlangsung di Kendari tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, yang menegaskan pentingnya peran pemuda dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong kemajuan ekonomi daerah.

Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru PW GP Ansor Sultra. Ia menilai pelantikan tersebut sebagai tonggak lanjutan regenerasi kepemimpinan dan penguatan nilai pengabdian di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

Menurut Andi Sumangerukka, GP Ansor memiliki modal sosial yang kuat sebagai organisasi kader yang tumbuh dari nilai keagamaan dan kebangsaan. Hal ini, kata dia, menjadikan Ansor berpotensi besar menjadi mitra pemerintah dalam menghadapi persoalan global, mulai dari perubahan sosial, percepatan teknologi, hingga ancaman radikalisme.

“Ansor memiliki kader muda yang disiplin, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan. Pemerintah daerah membutuhkan peran aktif organisasi seperti ini untuk menjaga keseimbangan pembangunan dan persatuan,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti aktivitas GP Ansor di bidang ekonomi umat. Keberadaan koperasi dan berbagai unit usaha dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Ia mendorong agar potensi tersebut dikembangkan melalui kerja sama yang lebih terarah dengan program ekonomi daerah.

“Penguatan ekonomi pemuda tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi koperasi menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperluas peluang usaha,” katanya.

Di hadapan peserta pelantikan, Andi Sumangerukka turut memaparkan perkembangan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tenggara. Ia menyebutkan, dalam waktu kurang dari setahun, pemerintah provinsi telah merealisasikan pembangunan jalan sepanjang 36 kilometer dan menargetkan peningkatan bertahap hingga 100 kilometer pada akhir masa kepemimpinannya.

Ia menegaskan bahwa infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendasar untuk membuka akses ekonomi, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan. Capaian tersebut juga mendapat perhatian pemerintah pusat melalui dukungan kebijakan nasional.

Selain sektor infrastruktur, pemerintah provinsi juga fokus pada penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Melalui kemitraan dengan koperasi, Pemprov Sultra merencanakan pembangunan ribuan unit rumah di kawasan pinggiran. Namun, Gubernur menekankan bahwa pembangunan fisik harus dibarengi dengan investasi jangka panjang pada kualitas manusia.

“Pembangunan sejati tidak hanya soal jalan dan bangunan, tetapi bagaimana menyiapkan generasi yang mampu mengelola dan menjaga kemajuan itu,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengajak GP Ansor Sultra untuk memperkuat tiga agenda utama, yakni peningkatan kapasitas kader melalui pendidikan dan pelatihan, pengembangan kewirausahaan pemuda berbasis UMKM, serta penguatan nilai moderasi beragama sebagai benteng terhadap intoleransi.

Menutup kegiatan, Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi kepada pengurus PW GP Ansor Sulawesi Tenggara periode sebelumnya atas kontribusi dan pengabdian yang telah diberikan. Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan kerja-kerja organisasi secara konsisten demi kemajuan daerah dan terjaganya persatuan masyarakat Sulawesi Tenggara.(Red)