Theasianet, Kendari-Menjelang penghujung tahun, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Press Release Akhir Tahun 2024 di Aula Dachara Polda Sultra pada Senin (30/12/24). Press Release dibuka langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol Dwi Irianto, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolda Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H., Irwasda Kombes Pol Hartoyo, S.I.K., serta para pejabat utama Polda Sultra.
Dalam sambutannya, Kapolda Sultra Irjen Pol Dwi Irianto menyampaikan bahwa tahun 2024 merupakan tahun yang penuh tantangan, terutama dengan adanya agenda nasional seperti Pemilu 2024 dan Pilkada serentak.
“Kedua agenda ini cukup menguras energi, tetapi berkat kerja keras dan sinergi seluruh elemen, kita mampu menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.
Kapolda Sultra juga memaparkan beberapa kasus yang menjadi perhatian selama tahun 2024 yang menjadi atensi sesuai dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto seperti penurunan angka gangguan kamtibmas pada tahun 2024, ini terjadi karena peningkatan kegiatan kepolisian, untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024.
“4 jenis kejahatan Tahun 2024 apabila dibandingkan Tahun 2023:
Kejahatan konvensional turun 405 kasus atau 7,06 %, didominasi kasus tindak pidana penganiayaan, tindak pidana pengeroyokan, tindak pidana pencurian, dan tindak pidana perlindungan anak. Sementara kejahatan transnasional turun 5 kasus atau 1,15%. Lalu terhadap kekayaan Negara turun 28 kasus atau 26,67 %.
Kemudian kejahatan implikasi kontingensi tidak terjadi perubahan / tetap,”ungkapnya.
Sementara itu, kata Kapolda Sultra, untuk tahun 2024, Polda Sultra juga Berhasil Ungkap 373 Kasus narkoba Dengan Jumlah Penyelesaian 315 Kasus Atau 84,45%.
“Untuk barang bukti yang berhasil Diamankan Polda sultra antara lain Sabu sebanyak 24.282,38 Gram, Ganja 107,88 Gram, Ekstasi 474 Butir, Psikotropika 23 Butir, Tembakau 55,35 Gram, Bahan Berbahaya 574 Butir,”ucapnya.
Kemudian penyelesaian tindak pidana korupsi yang ditangani polda sultra, selama periode tahun 2024, polda sultra menangani 28 kasus tindak pidana korupsi, dengan jumlah penyelesaian 11 Kasus atau 39,28 %. Sementara
“Kita berhasil meyelamatkan keuangan negara pada Tahun 2024 berjumlah Rp. 947.460.700. Sementara kerugian negara sebesar Rp. 25.363.412.082,”jelasnya.
Kemudian Selama Tahun 2024, Polda Sultra juga berhasil mengungkap 11 kasus judi online, dan mengamankan 15 Org Tsk.
“Modusnya dgn merekrut selebgram lokal menjadi affiliator judi online dan memberikan insentif setiap bulan dengan jumlah tertentu. Polda Sultra telah mengajukan pemblokiran konten judi online sebanyak 1.660 situs/website,”katanya.
Lalu, terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Selama Periode Tahun 2024, Polda Sultra Mengungkap 11 Kss TP. Perdagangan Orang, dengan jumlah penyelesaian 10 kasus atau 90,9%.
“Dalam proses penyidikannya ditetapkan 12 Orang tersangka tindak Perdagangan Orang atas perannya sebagai mucikari (Prostitusi Online),”paparnya.
Selanjutnya, Tahun 2024 Polda Sultra dan Jajaran juga menangani 16 Kasus tindak pidana pertambangan, dengan 12 Kasus telah selesai.
“Dalam penanganannya ditetapkan 13 orang tersangka, dengan barang bukti 10 Unit Excavator, dan Ore Nikel,”utasnya.
Sementara itu di tahun 2024 jajaran Ditpolairud Polda Sultra juga melaksanakan penanganan 18 Kss TP, dan 17 Kasus telah P-21 atau selesai 90%.
“Dalam penanganannya ditetapkan 24 Org TSK, dan berhasil mengamankan barang bukti, 15 Kapal Nelayan, 51 Jeriken BBM 18 Liter, 23 Botol Peledak, 32 Jeriken BBM 20 Liter, 1 Unit Mobil, 2 Kompresor dan 1 Karung Pupuk,”tuturnya.
Sedangkan kasus lakalantas, Pada Tahun 2024 terjadi 20.608 kasus pelanggaran lalu lintas. Angka ini menurun 7.339 kasus dibandingkan Tahun 2023 yang terjadi 27.947 kasus. Dari 20.608 Kasus pelanggaran lalu lintas pada Tahun 2024 ini, 12.870 dilakukan Gakkum Tilang dan 7.738 dilakukan teguran.
Sedangkan kasus Laka Lantas pada Tahun 2024 turun menjadi 1.593 Kasus, dibandingkan Tahun 2023 yang terjadi 1.596 Kasus.
Selain itu, Selama periode Tahun 2024, terjadi 377 aksi Unras, yang didominasi permasalahan Korupsi dan Pungli, Kinerja Pemda, Penegakkan Hukum, Permasalahan Sosial, dan Sengketa antara Perusahaan dengan Masyarakat.
Sedangkan Lokasi aksi Unras paling banyak tejadi di wilayah Kota Kendari (193 Aksi), Kab. Konawe (63 Aksi), dan Kab. Konsel (30 Aksi).
“Pada Tahun 2024, Polda Sultra memberikan 128 penghargaan kepada personel Polri, TNI, ASN, Stakeholder terkait, dan Masyarakat yang berkontribusi dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Sultra”,”tutupnya.
(Tim/red)
Tidak ada komentar