Ket. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Theasianet,Jakarta-Wakil rakyat di Senayan menyerukan evaluasi kinerja pembantu Presiden, termasuk Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Desakan ini muncul sebagai buntut dari pernyataan Gus Miftah kepada seorang pedagang es teh yang beredar luas di media sosial dan mengundang kontroversi.
Dilansir dari laman ANTARA, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan bahwa desakan untuk mengevaluasi kinerja para pembantu presiden termasuk Gus Miftah, muncul sebagai respon atas aspirasi masyarakat.
“Kami DPR juga melihat aspirasi masyarakat sudah meminta kepada pemerintah, tidak hanya kepada Gus Miftah, tapi juga mengimbau untuk melakukan introspeksi, evaluasi-evaluasi terhadap kinerja masing-masing pembantu presiden maupun Utusan Khusus Presiden,” tegas Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/11/2024).
Mengenai kemungkinan pemberian sanksi atas pernyataan Gus Miftah, Dasco dengan tegas menyatakan bahwa kewenangan tersebut berada di tangan pemerintah.
“Sebagai Utusan Presiden, tentunya dalam hal ini yang bisa memberikan jawaban itu adalah pemerintah karena jabatan tersebut adalah jabatan setara setingkat menteri,” jelas Dasco.
“Jadi kalau mau nanya ke saya apakah ada sanksi (atau) nggak ada sanksi, itu saya nggak bisa jawab karena bukan kewenangan dari saya,” tambah Dasco.
Ia menegaskan kembali bahwa kewenangan untuk memberikan sanksi terhadap Gus Miftah berada di tangan pemerintah.
Dasco juga menyampaikan bahwa Gus Miftah telah menyampaikan permintaan maaf kepada penjual es teh yang menjadi objek pernyataannya, Sunhaji.
“Kita sudah lihat di media sosial bahwa yang dilakukan itu memang benar dilakukan yang bersangkutan dan yang bersangkutan sudah minta maaf kepada Pak Sunhaji,” ucap Dasco.
Menanggapi kasus viral pernyataan Gus Miftah, Ketua DPR RI Puan Maharani menyerukan masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan menghormati sesama anak bangsa.
“Jadi marilah kita membangun Indonesia dengan saling menghormati, saling menghargai, jangan saling merendahkan. Namun bangunlah Indonesia dengan rasa persaudaraan tanpa saling merendahkan,” ajak Puan saat ditemui usai memimpin Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Puan juga menegaskan kembali bahwa Istana telah memberikan teguran kepada Gus Miftah.
“Istana sudah mengatakan bahwa jangan pernah melakukan hal itu, bahkan itu tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden,” tegas Puan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan teguran kepada Gus Miftah atas pernyataannya yang viral di media sosial.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi melalui video yang diterima di Jakarta, Rabu (4/12).
“Presiden sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan melalui Sekretaris Kabinet untuk segera meminta maaf kepada Bapak Sunhaji yang mungkin saja dan sangat mungkin terluka perasaannya karena kejadian kemarin,” kata Hasan Nasbi.
Ucapan Gus Miftah yang disampaikan saat mengisi pengajian di Magelang, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial. Pernyataannya menimbulkan kontroversi dan perdebatan di masyarakat.
(red/bot
Tidak ada komentar