Ratusan Warga Buton Tengah Keracunan Masal Usai Santap Makanan Paket MBG

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Des 2025 21:01 325 IDNKendari.com

IDNkendari.com, Kendari– Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya meningkatkan kesehatan warga, malah mengakibatkan kepanikan massal di Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebanyak 115 warga diduga mengalami keracunan, dengan muntah-muntah hebat dan harus dilarikan ke pusat medis setelah menyantap paket makanan MBG pada Senin sore (15/12).

Insiden mulai terdeteksi sekitar pukul 15.00 WITA. Kapolsek Mawasangka Tengah, Ipda Raboding, mengungkapkan bahwa laporan awal hanya mencatat 15 warga dengan gejala mual. Namun, dalam hitungan jam, angka tersebut bertambah.

“Awalnya 15 orang, tapi terus bertambah hingga 115 orang,” ungkapnya saat dikonfirmasi Rabu (17/12/2025). Dikutip melalui laman Indosultra.com.

Menurut saksi, gejala keracunan muncul tidak seketika, namun waktu gejala itu muncul setelah dua hingga tiga jam barulah berdampak.

“Awalnya tidak terlalu tetapi setelah dua hingga tiga jam setelah warga mengonsumsi paket yang berisi nasi, telur, tahu, acar, dan jeruk santang, barulah bereaksi.

Setelah hal itu dilaporkan, Polisi yang tiba dilokasi kemudian langsung mengamankan sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Lakorua sebagai penyedia.

“Dugaan awal mengarah ke telur, tapi perlu uji laboratorium untuk memastikan apakah akibat makanan atau faktor luar lainnya,” tambah Ipda Raboding.

Penyelidikan juga menemukan bahwa beberapa warga mendiamkan paket selama satu jam sebelum memakannya, yang diduga memengaruhi kondisi makanan.

Karena membludaknya jumlah pasien membuat tim kesehatan setempat kewalahan ditambah fasilitas kesehatan tidak memadai. Para korban pun terpaksa diefakuasi ke Puskesmas Watorumbe dan Puskesmas Mawasangka Tengah.

Sementara sebagian harus dirujuk ke tempat lain karena kapasitas terbatas. Hingga saat ini, 5 orang masih dalam perawatan intensif, sedangkan sisanya masih dalam pemantauan.

Polisi telah berkoordinasi dengan Kepala SPPG Mawasangka Tengah, Almadin, yang saat kejadian berada di Jakarta. Seluruh sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk uji toksikologi.

 

(Erl/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA