Abdul Wahid Gubernur Riau Theasianet.com, Jakarta–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan pejabat tinggi daerah. Salah satu yang terjaring dalam operasi senyap ini adalah Gubernur Riau, Abdul Wahid.
Abdul Wahid termasuk di antara 10 orang yang diamankan oleh KPK dalam OTT tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, KPK belum merilis detail identitas kesepuluh orang lainnya. KPK hanya memastikan bahwa Gubernur Riau Abdul Wahid adalah salah satu yang telah diamankan.
Penangkapan ini sontak memunculkan sorotan publik terhadap rekam jejak dan latar belakang harta kekayaan sang gubernur.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan untuk periodik 2023, Abdul Wahid tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp 4.806.046.622 (sekitar Rp 4,8 miliar).
Rincian Harta Kekayaan Gubernur Abdul Wahid (LHKPN 2023)
Mayoritas kekayaan Abdul Wahid berbentuk properti tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa wilayah. Berikut adalah rincian lengkapnya:
A. Tanah dan Bangunan: Rp 4.905.000.000
1. Tanah dan bangunan seluas 100 m2 di Kota Pekanbaru, hasil sendiri Rp 800.000.000
2. Tanah dan bangunan seluas 375,75 m2 di Kota Pekanbaru, hasil sendiri Rp 55.000.000
3. Tanah dan bangunan seluas 10.000 m2 di Indragiri Hilir, hasil sendiri Rp 20.000.000
4. Tanah dan bangunan seluas 20.000 m2 di Kota Pekanbaru, hasil sendiri Rp 800.000.000
5. Tanah dan bangunan seluas 450 m2/di Kota Pekanbaru, hasil sendiri Rp 100.000.000
6. Tanah dan bangunan seluas 14.900 m2 di Kampar, hasil sendiri Rp 200.000.000
7. Tanah dan bangunan seluas 16.400 m2 di Kampar, hasil sendiri Rp 120.000.000
8. Tanah dan bangunan seluas 21.000 m2 di Kampar, hasil sendiri Rp 120.000.000
9. Tanah dan bangunan seluas 18.400 m2 di Kampar, hasil sendiri Rp 120.000.000
10. Tanah dan bangunan seluas 10.300 m2 di Kampar, hasil sendiri Rp 120.000.000
11. Tanah dan bangunan seluas 18.200 m2 di Kampar, hasil sendiri Rp 150.000.000
12. Tanah dan bangunan seluas 1.555 m2 di Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 2.300.000.000
B. Alat transportasi dan mesin Rp 780.000.000
1. Toyota Fortuner tahun 2016, hasil sendiri Rp 400.000.000
2. Mitsubishi Pajero tahun 2017, hasil sendiri Rp 380.000.000
C. Kas dan setara kas Rp 621.046.622
Sub total Rp 6.306.046.622
Hutang Rp 1.500.000.000
Total harta kekayaan Rp 4.806.046.622
KPK saat ini masih terus mendalami kasus dan peran dari masing-masing pihak yang diamankan dalam OTT ini. Perkembangan lebih lanjut mengenai status hukum Gubernur Abdul Wahid dan 9 orang lainnya akan diumumkan oleh KPK dalam konferensi pers resmi.
(ree/red)
Tidak ada komentar