Bahaya Terorisme: Menko Polhukam Sorot Eskalasi Kekerasan di Suriah, Minta Waspada

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Des 2024 00:45 340 IDNKendari.com

Theasianet, Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Jenderal Polisi Purn. Budi Gunawan, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap meningkatnya ancaman terorisme global.

“Saat ini, kita menyaksikan kemunculan gelombang radikalisme baru, terutama di kalangan generasi muda, mereka sering kali terpengaruh oleh isu-isu sensitif seperti genosida, konflik Israel-Palestina di Gaza, Hizbullah di Lebanon, dan kelompok proksi Iran di Suriah,”tegas Budi Gunawan dalam acara Publikasi I-KHUB BNPT CT/VE Outlook 2024 dan Peta Jalan Komstra PE di Jakarta, Selasa, (3/11/24)

Budi Gunawan menekankan pentingnya kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi ancaman terorisme.

“Kita harus waspada dan bersiap menghadapi kemungkinan munculnya sel teror di Indonesia, upaya pencegahan dan pengawasan harus terus diperkuat untuk menjaga keamanan negeri kita,”ujarnya.

Menko Polhukam mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi di Suriah, di mana berbagai faksi jihad sedang melakukan serangan ofensif ke kota Aleppo dan terus meluas ke provinsi lainnya.

“Situasi di Suriah sangat mengancam keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut, yang membuat kita prihatin adalah masih banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Suriah dan Iran, termasuk perempuan dan anak-anak yang sekarang berada di kamp pengungsi Al-Hol.”kata Budi Gunawan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyerukan penghentian segera pertikaian di Suriah menanggapi eskalasi kekerasan yang terjadi baru-baru ini.

“Sekjen PBB mengungkapkan kekhawatirannya terhadap peningkatan kekerasan di wilayah Suriah barat laut,” ungkap Juru Bicara (Jubir) Sekjen PBB, Stephane Dujarric, pada hari Senin (2/12).

Ia menyerukan semua pihak untuk segera berhenti berperang dan kembali ke meja perundingan di bawah fasilitasi PBB.

Pernyataan Guterres itu ditujukan terutama kepada Hayat Tahrir al-Sham, sebuah grup yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Dewan Keamanan PBB, yang telah melancarkan serangan pemberontak besar-besaran pekan lalu di Aleppo, Suriah barat laut.

“Serangan ini telah mengubah garis depan yang selama ini berada dalam kondisi statis sejak 2020, situasi ini sangat mengancam keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut,”jelas Dujarric.

(boy/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA