Antisipasi Gangguan Listrik akibat Karhutla, Polda Sultra, Binda, dan PLN Perkuat Sinergi Mitigasi

waktu baca 2 menit
Selasa, 1 Sep 2026 16:18 61 IDNKendari.com

IDNK, Kendari — Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat koordinasi bersama Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sultra dan PT PLN (Persero) guna mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berpotensi mengganggu jaringan kelistrikan serta infrastruktur strategis daerah.

​Sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan resmi di Lobi Utama Polda Sultra pada Selasa (1/9/2026). Kedatangan Kabinda Sultra, Marsma TNI Heroe Hermawan, beserta jajaran manajemen PLN Sultra disambut langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol. Himawan Bayu Aji, didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Budi Hermawan dan para pejabat utama.

​Kapolda Sultra, Irjen Pol. Himawan Bayu Aji, menegaskan pentingnya langkah pencegahan dini dan pengamanan ekstra pada kawasan di sekitar jalur transmisi listrik utama agar pasokan energi bagi masyarakat tidak terputus.

​”Karhutla bukan sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman langsung bagi objek vital nasional. Asap tebal dan suhu tinggi dari kebakaran berpotensi memicu gangguan transmisi hingga pemadaman listrik skala luas. Karena itu, sinergi deteksi dini dan tindakan cepat bersama Binda serta PLN menjadi prioritas kami demi menjamin keberlangsungan pelayanan publik di Sultra,” tegas Himawan.

​Sementara itu, Manager UPT PLN Kendari, Muhammad Husen, mengungkapkan bahwa potensi ancaman Karhutla di sekitar menara transmisi utama kini memerlukan penanganan intensif dan lintas sektor secara cepat.

​”Di beberapa titik, kobaran api Karhutla sempat mendekati kawasan menara transmisi. Jika asap pekat membawa partikel panas ke jaringan bertegangan tinggi, risiko lompatan listrik (flashover) sangat besar dan dapat berdampak pada fasilitas vital seperti rumah sakit, bandara, serta telekomunikasi. Kami menyambut baik dukungan penuh dari Kapolda Sultra dan Binda dalam mengamankan jaringan ini,” ujar Husen.

​Melalui kerja sama ini, ketiga instansi sepakat memperketat pertukaran informasi, memetakan titik-titik rawan Karhutla, serta menyiagakan tim respons cepat untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan dan keamanan wilayah Sulawesi Tenggara.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA