Kepala Dikbud Kota Kendari, Saemina, kiri, kanan siswi sekolah penerima MBG di Indonesia.(Istimewa) IDNKendari.com, Kendari–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden terus menunjukkan dampak nyata di Kota Kendari. Hingga pertengahan Januari 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari mencatat sebanyak 57.363 peserta didik telah menerima manfaat program tersebut.
Kepala Dikbud Kota Kendari, Saemina, menyebut realisasi MBG saat ini hampir menjangkau seluruh sasaran. Dari total 63.806 siswa di Kota Kendari, capaian pelayanan telah mencapai 89,99 persen.
“Artinya, sebagian besar peserta didik sudah merasakan langsung program MBG. Kami optimistis sisa sasaran dapat segera terlayani,” ujar Saemina, Kamis (15/1).
Meski demikian, kata dia, masih terdapat sekitar 6.443 siswa dari 34 sekolah jenjang TK dan SD yang belum menerima MBG. Kendala tersebut, menurut Saemina, disebabkan faktor teknis pada beberapa satuan pelayanan dapur penyedia makanan, termasuk di wilayah Baruga yang sempat menghentikan operasional sementara.
Ia menegaskan, permasalahan tersebut bersifat sementara dan sedang ditangani.
“Kami pastikan seluruh siswa akan mendapatkan haknya sesuai jadwal yang ditetapkan,” katanya.
Terkait penyaluran MBG di Sekolah Luar Biasa (SLB), Saemina menjelaskan bahwa secara struktural SLB berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun demikian, proses pendataan penerima manfaat tetap dilakukan secara menyeluruh.
“Pendataan MBG ini langsung dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Kota Kendari, mencakup semua sasaran tanpa membedakan kewenangan, mulai dari ibu hamil hingga anak sekolah,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Dikbud Kota Kendari berperan sebagai satuan kerja yang melakukan pemantauan, memastikan kesesuaian jumlah penerima, serta mengawasi apabila terjadi kendala distribusi.
Saemina juga meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai dugaan masalah pada tekstur makanan MBG di salah satu sekolah. Setelah dilakukan pengecekan bersama pihak sekolah dan dapur penyedia, isu tersebut dipastikan tidak benar.
“Warna nasi yang kemerahan dan bintik hitam itu berasal dari campuran buah naga, bukan zat berbahaya. Ini justru upaya dapur menghadirkan variasi menu nasi merah yang aman dikonsumsi,” tegasnya.
Pemerintah Kota Kendari pun mengajak masyarakat dan orang tua siswa untuk tetap tenang serta mendukung penuh program MBG sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda di Kota Lulo.(Red)
Tidak ada komentar