IDNKendari.com, Kendari–Free Palestine Network (FPN) mengeluarkan suara keras memprotes dan mengutuk agresi militer yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari.
Usai melakukan unjuk rasa di Kota Kendari, Dalam pernyataan resmi, Sekretaris Jenderal FPN Furqan AMC menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bukti brutalitas berkelanjutan yang menghancurkan negara, membunuh rakyat, dan menjarah sumber daya alam.
“Agresi AS terhadap Venezuela bukan hal baru. Ini adalah bukti yang kesekian kalinya bahwa kebijakan AS hanya membawa kehancuran, membunuh warga sipil dan merampas kekayaan negara yang berdaulat,” tegas Furqan
Menurutnya, serangan militer pasukan khusus Delta Force AS yang menewaskan setidaknya 40 orang, termasuk warga sipil, serta penculikan Presiden Nicolas Maduro, mengkonfirmasi bahwa AS adalah “induk dari terorisme dan biang kekacauan di seluruh dunia”.
“Jejak kejamannya jelas terlihat di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah, dan Palestina. Pasca Perang Dunia Kedua, AS telah membunuh lebih dari 20 juta rakyat di 37 negara dan terlibat dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim,” tambah Furqan.
FPN juga menegaskan bahwa agresi tersebut merupakan pelanggaran telanjang terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Pasal 1 dan 2 yang menjamin penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Dalam konferensi pers setelah serangan, Presiden AS Trump mengumumkan rencana mengambil alih kendali Venezuela dan cadangan minyaknya yang melimpah.
“Kami menyatakan solidaritas penuh dengan rakyat dan pemerintah Venezuela yang dipimpin Presiden Nicolas Maduro. Dalam waktu dekat, FPN akan menggelar aksi solidaritas di berbagai kota di Indonesia dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil langkah tegas menghentikan agresi serta unilateralisme AS,” pungkas Furqan.(Red)
Tidak ada komentar