Gubernur Sultra Sidak Pasar dan Gudang Pangan, Pastikan Stok Aman dan Tegur Pedagang Langgar HET

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Mar 2026 13:21 72 IDNKendari.com

IDNK, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di sejumlah titik strategis di Kota Kendari, Rabu (4/3/2026).

Sidak tersebut menyasar pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Didampingi Ketua DPRD, unsur Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Komando Resor Militer 143 Halu Oleo, serta Kejaksaan dan dinas terkait, Gubernur memulai pemantauan dari Pasar Korem, Gudang Bulog Punggaloba, Gudang PT Wings, hingga berakhir di The Park Kendari.

Stok Aman Hingga Tiga Bulan

Dari hasil pengecekan langsung, Gubernur memastikan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman. Berdasarkan data dan pemantauan di lapangan, stok beras, minyak goreng, dan gula mencukupi hingga tiga bulan ke depan.

“Untuk stok tidak ada masalah. Beras cukup tiga bulan, minyak cukup tiga bulan, gula juga cukup tiga bulan. Jadi menghadapi Lebaran ini, dari sisi ketersediaan aman,” tegasnya.

Ia juga memastikan hasil peninjauan di gudang Bulog menunjukkan cadangan pangan dalam kondisi terkendali dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tujuh Komoditas Melebihi HET

Meski stok terjamin, Gubernur menemukan adanya pelanggaran harga pada sejumlah komoditas di pasar tradisional. Sedikitnya tujuh bahan pangan dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni cabai keriting, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, daging sapi, bawang putih, dan bawang merah.

Menindaklanjuti temuan itu, Andi Sumangerukka langsung menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk segera melakukan penertiban dan penyesuaian harga.

“Saya beri waktu untuk disesuaikan dengan HET. Nanti akan saya cek kembali. Kalau masih tidak sesuai, tentu ada konsekuensi sesuai aturan,” tegasnya.

Ia menegaskan pengawasan tidak hanya dilakukan oleh dinas terkait, tetapi juga akan dipantau langsung olehnya secara berkala.

Daya Beli Dinilai Normal

Terkait daya beli masyarakat selama Ramadan, Gubernur menilai kondisi pasar masih dalam pola normal musiman. Pada pekan pertama Ramadan terjadi peningkatan pembelian, kemudian cenderung melandai di pertengahan bulan, dan biasanya kembali naik menjelang akhir Ramadan atau mendekati Idulfitri.

“Itu siklus biasa karena kebutuhan meningkat. Tidak ada lonjakan yang tidak wajar,” jelasnya.

Pemprov Sultra memastikan akan terus mengawal distribusi dan stabilitas harga guna mencegah spekulasi serta menjaga masyarakat tetap tenang dalam menjalankan ibadah Ramadan hingga menyambut Hari Raya Idulfitri.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA