IDNK, Kendari – Puluhan mahasiswa pecinta alam (Mapala) dari berbagai daerah di Indonesia bertolak dari Kota Kendari menuju Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat malam (23/10/2026), untuk mengikuti kegiatan Kenal Medan diving dalam rangka Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) XXXV Mapala se-Indonesia.
Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Halu Oleo (Mahacala UHO) selaku tuan rumah TWKM XXXV menghadirkan sejumlah agenda di Wakatobi, meliputi penyelaman, transplantasi terumbu karang, Bajo Clean Up, seminar, dan bakti sosial. Pelaksanaan Kenal Medan diving mendapat dukungan dari Balai Taman Nasional Wakatobi dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi.
Ketua Umum Mahacala UHO, Ika Amalia, mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal kekayaan bawah laut Wakatobi sekaligus terlibat dalam upaya konservasi.
“Melalui transplantasi karang, kami ingin mendorong kepedulian mahasiswa pecinta alam terhadap ekosistem laut. Kami berharap kegiatan ini memberikan pengalaman sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Operasi (PO) Kenal Medan diving, Fery, mengatakan panitia telah mempersiapkan kebutuhan teknis dan melakukan koordinasi untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.
“Persiapan kami fokuskan pada koordinasi lapangan, kesiapan teknis, dan keselamatan peserta. Kami ingin seluruh rangkaian Kenal Medan diving, termasuk transplantasi karang dan Bajo Clean Up, dapat terlaksana dengan baik sesuai rencana,” kata Fery.
Melalui TWKM XXXV, Mahacala UHO sebagai tuan rumah tidak hanya memfasilitasi pertemuan Mapala se-Indonesia, tetapi juga menghadirkan kegiatan pembelajaran lapangan yang memadukan pengembangan wawasan, kepedulian sosial, dan konservasi lingkungan.(Red)






Tinggalkan Balasan