Pemprov Sultra Siap Terapkan WFH, Gubernur Tekankan Disiplin dan Produktivitas ASN

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Mar 2026 18:26 186 IDNKendari.com

IDNK, KENDARI – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai apel gabungan perdana pasca Hari Raya Idulfitri yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin (30/3/2025). Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi antarpegawai, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kerja aparatur sipil negara (ASN).

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga produktivitas di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar lebih selektif dalam merancang program, dengan memastikan setiap kegiatan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

“Setiap program harus tepat sasaran dan memberi manfaat nyata. Jangan sampai anggaran terbuang untuk hal yang tidak prioritas,” tegasnya.

Di sisi lain, Gubernur juga menyoroti dinamika global yang turut memberi dampak hingga ke daerah, khususnya terkait ketegangan geopolitik dunia yang berimbas pada distribusi energi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini, menurutnya, menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk mulai menerapkan langkah-langkah adaptif.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi ASN. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan penggunaan BBM, meski pelaksanaannya masih menunggu regulasi resmi.

“Kami sedang mempertimbangkan WFH sebagai bagian dari upaya penghematan energi. Namun, kinerja ASN tetap harus maksimal meski bekerja dari rumah,” jelasnya.

Tak hanya itu, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026, Gubernur menginstruksikan agar pelaksanaannya tetap sederhana namun tetap memberi manfaat bagi masyarakat, sejalan dengan semangat efisiensi anggaran.

Ia memastikan, fokus utama penggunaan anggaran daerah tetap diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur jalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.

“Saya pastikan anggaran yang ada benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Apel gabungan ini menjadi simbol awal bagi jajaran birokrasi Sulawesi Tenggara untuk kembali bekerja dengan semangat baru. Di tengah tantangan global dan keterbatasan anggaran, pemerintah dituntut tidak hanya bekerja keras, tetapi juga cermat dan tepat dalam mengambil kebijakan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA