Tangis TKW Asal Sultra di Oman Viral, Ungkap Kekerasan, Ancaman, dan Harapan Pulang Selamat

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Jan 2026 15:33 528 IDNKendari.com

IDNKendari.com, Kendari–Pengakuan memilukan seorang pekerja migran perempuan asal Desa Amosilu, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, menggemparkan media sosial. Video curahan hati perempuan bernama Ekarwati itu menyebar luas dan memantik keprihatinan publik di berbagai daerah.

Dalam video berdurasi 1 menit 44 detik, Ekarwati menceritakan pengalaman pahitnya selama bekerja di Oman. Ia mengaku menjadi korban kekerasan fisik, tekanan psikologis, hingga menerima ancaman serius yang mengancam keselamatannya.

Ekarwati menyebut dirinya baru bekerja sekitar tiga bulan. Namun, selama dua bulan terakhir, ia mengaku berada dalam kondisi sakit tanpa mendapatkan penanganan medis yang layak. Meski demikian, ia tetap dipaksa bekerja oleh majikannya.

Dengan suara bergetar dan wajah yang tampak ketakutan, Ekarwati mengungkapkan bahwa perlakuan yang ia terima jauh dari nilai kemanusiaan. Ia merasa hidup dalam tekanan dan penderitaan yang terus berulang.

“Aku diperlakukan bukan seperti manusia, tapi seperti binatang,” ungkapnya dengan nada pilu.

Tak hanya mengalami kekerasan fisik dan mental, Ekarwati juga mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual selama bekerja. Ia menyampaikan bahwa ancaman kerap dilontarkan kepadanya agar tidak berani berbicara atau mencari pertolongan.

“Aku diancam, kalau bicara aku akan dibunuh,” katanya dalam video tersebut.

Situasi tersebut membuat kondisi psikologis Ekarwati semakin terpuruk. Dalam rekaman yang viral itu, ia tidak meminta bantuan materi apa pun.

Ia hanya berharap dapat segera dipulangkan ke Indonesia dan diselamatkan dari situasi yang membahayakan nyawanya.

Kasus ini menuai reaksi luas dari masyarakat Sulawesi Tenggara hingga warganet nasional. Berbagai pihak mendesak pemerintah daerah, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta Kementerian Luar Negeri RI untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan keselamatan korban dan memfasilitasi kepulangannya ke tanah air.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait upaya perlindungan maupun penelusuran keberadaan Ekarwati di Oman.

Publik berharap negara hadir secara nyata dan tidak membiarkan warganya terus menanggung penderitaan seorang diri di negeri orang.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA