Ilustrasi korban gantung diri dalam kamar rumahnya, Jumat (29/12).
Koltim, THEASIANET.COM-Sungguh sayang jika seseorang menyerah dengan hidupnya akibat masalah yang dihadapi, lalu nekat mengakhiri hidupnya. Seperti yang dilakukan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Berinisial HA (43), salah seorang warga Kelurahan Poli-Poli, Kecamatan Poli-Poli, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan berani mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar rumahnya.
Kasat Reskrim Polres Kolaka Timur AKP Abdul Haris mengatakan, kematian korban pertama kali dilihat oleh ibunya sendiri saat hendak menemui anaknya itu di dalam kamar. Namun saat berusaha membuka pintu, ibu korban kesulitan untuk membuka pintu kamar anaknya.
“Awalnya sang ibu ingin bertemu anaknya itu sekitar pukul 11,30 WITA, namun ibu korban kesulitan membukanya karena terhalang oleh mayat korban, hingga akhirnya ibu korban meminta tolong kepada Suryadin untuk membuka pintu tersebut,” Kata Haris, saat dikonfirmasi awak media, pada Jumat (29/12).
Lebih lanjut Haris mengungkap, saat pintu berhasil dibuka keluarga korban kemudian syok dan histeris melihat keadaan sang anak sudah tak bernyawa usai gantung diri.
“Jadi pintu kamar korban sempat kesulitan untuk di buka, kemudian suryadin berusaha untuk memotong tali yang menghalangi pintu kamar korban tersebut, namun saat tali berhasil terputus, korban tiba-tiba terjatuh dan disitu keluarga korban tiba-tiba syok dan panik melihat korban dalam keadaan tidak bernyawa,”Paparnya.
Mengetahui sang anak tewas gantung diri, keluarga korban kemudian segera menghubungi jajaran Polsek Ladongi, kemudian tim inafis yang dipimpin langsung Ipda Hendra, Kanit Resmob Polres Koltim.
“Sekitar pukul 14.00 Wita kami tiba di lokasi untuk melakukan penyelidikan serta melakuka tindakan sesuai prosedur, ujarnya.
Diketahui sebelum korban tewas gantung diri, Haidar sempat melakukan komunikasi melalui via pesan WhatsApp sekitar pukul 21.15 Wita dengan suaminya. Ia mengeluh jika dirinya sudah tidak sanggup untuk menjalani hidup.
“Jenazah korban sudah dikebumikan, bahkan keluarga yang ditinggal sudah menerima dengan ikhlas serta menolak agar tidak melakukan autopsi kepada korban,”Tutupnya.*
(ger/an)
Tidak ada komentar