TNI dan Brimob saat jalin kebersamaan dengan damai usai insiden bentrok. IDNKendari.com, Kendari–Pemerintah Kabupaten Buton Selatan bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri mengantisipasi dengan cepat ketegangan yang muncul pasca-insiden kericuhan antara oknum anggota Batalyon TP 871 La Maindo dan Brimob Batalyon B Pelopor Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dalam pertemuan rekonsiliasi yang digelar hari ini, Senin (5/1), seluruh pihak menyepakati untuk mengakhiri kesalahpahaman, dengan fokus utama menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran pembangunan daerah.
Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, menegaskan bahwa perselisihan yang sempat terjadi bersumber dari kesalahpahaman dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Alhamdulillah, melalui pertemuan ini kita menyaksikan seluruh pihak kembali bersatu dalam semangat kebersamaan. Tidak ada lagi perbedaan di antara prajurit, kita adalah satu untuk bangsa dan bersama membangun Buton Selatan yang lebih baik,” ucapnya, sekaligus memastikan kondisi keamanan daerah kini telah kembali kondusif.
Insiden tersebut awalnya dipicu aksi saling ejek usai pertandingan sepak bola di Lapangan Lakarada, Batauga, pada Minggu (4/1).
Atas kejadian itu, Komandan Kodim 1413/Buton, Letkol Inf Arif Nofiyanto, menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut namun menjelaskan bahwa langkah-langkah preventif telah diambil bersama pihak terkait.
“Kami menjamin situasi tetap aman dan kondusif. Mari kita terus memupuk kebersamaan agar pembangunan dan perekonomian daerah berjalan lancar,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha, menekankan pentingnya soliditas antarkomponen bangsa.
P”TNI dan Polri adalah satu kesatuan sebagai alat negara. Kami berkomitmen penuh mendukung pembangunan agar Buton Selatan semakin maju dan sejahtera,” katanya.
Sebelumnya, situasi kericuhan berhasil dikendalikan dalam waktu singkat setelah pimpinan masing-masing instansi turun langsung melakukan mediasi dan menenangkan anggotanya.(Ilh/red)
Tidak ada komentar