Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi saat temui wartawan. IDNK, KENDARI – Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) tancap gas menggerakkan ekonomi daerah selama Ramadan 2026. Melalui program penukaran uang Rupiah, pasar murah, serta edukasi sistem pembayaran digital, BI Sultra menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor UMKM dan ekonomi halal secara terpadu.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menjelaskan bahwa layanan penukaran uang kini dilakukan secara tertib dan terjadwal melalui aplikasi resmi BI. Sistem digital tersebut memudahkan masyarakat memperoleh uang layak edar tanpa harus mengantre panjang.
“Program ini bukan sekadar penukaran uang. Ada tiga misi utama yang kami dorong, yakni pengembangan ekonomi halal termasuk sertifikasi halal, menggerakkan UMKM agar tetap produktif selama Ramadan, serta memperkuat digitalisasi sistem pembayaran,” ujarnya.
Menurut Edwin, Ramadan justru menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. BI Sultra menghadirkan pasar murah, kegiatan edukatif, hingga kampanye Bangga, Paham, dan Pakai Rupiah guna meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap mata uang nasional sekaligus menjaga stabilitas transaksi di daerah.
Tak hanya itu, edukasi penggunaan pembayaran non-tunai seperti QRIS juga digencarkan. Integrasi program ini, kata Edwin, menjadi konsep “three in one” karena dalam satu rangkaian kegiatan mampu mendorong perputaran ekonomi, penguatan ekonomi halal, serta percepatan digitalisasi.
Program yang sebelumnya telah melalui tahap soft launching bersama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara ini akan berlangsung hingga 15 Maret 2026.
Rencananya, grand launching akan dihadiri Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, sebagai wujud sinergi antara BI, pemerintah daerah, dan sektor perbankan.
BI Sultra berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, hingga media untuk menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut. Masyarakat pun diajak memanfaatkan layanan penukaran uang, berbelanja di pasar murah, serta bertransaksi secara digital demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Bumi Anoa.(RED)
Tidak ada komentar