Tingkatkan Literasi Keuangan Pelajar, Bank Sultra Dinobatkan Jadi BPD Terbaik se-Sulawesi di KEJAR Award 2026

waktu baca 3 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 10:46 76 IDNKendari.com

IDNK, Bekasi — PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan KEJAR Award 2026. Bank Sultra dinobatkan sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik Wilayah Sulawesi.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung pada Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung yang berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Acara ini dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, perwakilan pemerintah daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta jimpinan Bank Umum dan BPD terpilih dari seluruh Indonesia.

Capaian Bank Sultra turut melengkapi keberhasilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kota Kendari yang juga memborong penghargaan KEJAR Award 2026. Masing-masing meraih penghargaan sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten/Kota untuk Regional Sulawesi.

Sebagai informasi, Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) merupakan program strategis nasional yang diselenggarakan OJK bersama industri perbankan. Program ini merupakan apresiasi sekaligus tindak lanjut atas Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung guna menumbuhkan budaya menabung, membangun karakter disiplin, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan generasi muda sejak dini.

Pada ajang KEJAR Award 2026, kompetisi ini diikuti oleh 533 bank di seluruh Indonesia yang terdiri dari 5 Bank BUMN, 22 Bank Swasta, 27 BPD, 8 Bank Umum Syariah (BUS), dan 469 BPR/BPRS.

Penilaian Kategori Wilayah dibagi menjadi lima area utama: Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, serta Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Adapun indikator penilaian mencakup lima poin utama, yakni:

  1. Jumlah rekening reguler SimPel dan Tabungan Anak,
  2. Nominal rekening reguler SimPel dan Tabungan Anak,
  3. Inovasi dan kemudahan layanan,
  4. Publikasi KEJAR, serta
  5. Ketepatan penyampaian laporan.

Bank Sultra sukses menyabet penghargaan ini berkat kinerja impresif dalam mendorong kepemilikan rekening tabungan pelajar di Sulawesi Tenggara. Per 31 Juli 2026, Bank Sultra membukukan portofolio tabungan simpanan pelajar mencapai Rp66.895 miliar dengan total 148.516 rekening.

Capaian tersebut mencatatkan pertumbuhan rasio signifikan sebesar 177,59 persen secara Year-on-Year (YoY). Jumlah rekening pelajar melonjak dari 83.629 rekening per Juli 2025 menjadi 148.516 rekening per Juli 2026, atau bertambah sebanyak 64.887 rekening baru dalam kurun waktu satu tahun.

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian berharga tersebut.

“Penghargaan KEJAR Award 2026 ini merupakan bukti nyata dari komitmen, kerja keras, dan sinergi seluruh insan Bank Sultra bersama Pemerintah Daerah, sekolah-sekolah, serta OJK dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar di Sulawesi Tenggara. Kami sangat bangga dapat dipercaya sebagai Bank Pembangunan Daerah dengan implementasi KEJAR terbaik di wilayah Sulawesi,” ujar Andri.

Andri menegaskan bahwa capaian angka tersebut menjadi pemacu semangat bagi pihaknya untuk terus mengedukasi generasi muda.

“Capaian portofolio Rp66.895 miliar dan 148.516 rekening pelajar ini bukan sekadar angka, melainkan wujud tanggung jawab moral kami untuk mendidik generasi muda agar memiliki kemandirian dan kesadaran finansial sejak dini. Kami akan terus melakukan inovasi layanan, kemudahan akses pembukaan rekening, serta jemput bola ke sekolah-sekolah agar seluruh anak di Sulawesi Tenggara terliterasi secara finansial,” tambahnya.

Momentum penganugerahan KEJAR Award 2026 ini menjadi pijakan penting bagi Bank Sultra untuk memperkuat perannya dalam meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan secara berkesinambungan. Bank Sultra meyakini bahwa inklusi keuangan yang merata di sektor pendidikan merupakan kunci utama untuk mencetak generasi muda yang cerdas finansial demi terwujudnya Indonesia Emas.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA