Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan para pemangku kepentingan resmi membuka Sultra Maimo Sharia Fest 2026.(Foto: Istimewa) IDNK, KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan para pemangku kepentingan resmi membuka Sultra Maimo Sharia Fest 2026 pada Jumat, 24 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat pengembangan UMKM serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
Mengusung tema “Sinergi Memperkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Pengembangan UMKM dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan”, festival ini digelar bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan penyelenggaraan festival tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Sultra Maimo Sharia Fest 2026 menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi pengembangan UMKM, memperluas ekosistem halal, serta mendorong digitalisasi ekonomi agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan seluruh masyarakat,” ujar Edwin Permadi.
Secara nasional, Bank Indonesia setiap tahun menyelenggarakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) sebagai ajang integrasi ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. Tahun ini, ISEF memasuki penyelenggaraan ke-13 dan akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta.
Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, Sultra Maimo Sharia Fest 2026 juga masuk dalam agenda Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang digelar di Kendari.
Di tengah tantangan global yang masih penuh ketidakpastian, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan rilis Februari 2026, pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen (ctc). Sementara pada 2026, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, dengan inflasi tetap terjaga pada target 2,5±1 persen.
Sementara itu, ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan. Indonesia berhasil mempertahankan posisi peringkat ketiga dunia berdasarkan State of the Global Islamic Economy Indicator (SGIE) 2025, unggul pada sektor fesyen muslim, farmasi, dan pariwisata ramah muslim.
Edwin menambahkan, ekonomi syariah memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan baru nasional maupun daerah.
“Kami optimistis ekonomi dan keuangan syariah akan terus tumbuh, termasuk di Sulawesi Tenggara, melalui penguatan sektor halal value chain, peningkatan literasi masyarakat, dan pemberdayaan UMKM,” katanya.
Diketahui, festival ini berlangsung pada 24–26 April 2026 di tiga lokasi, yakni Lippo Plaza Kendari, Tugu Persatuan MTQ Sulawesi Tenggara, dan Pantai Wisata Bokori.
Berbagai program unggulan dihadirkan, di antaranya:
Menurut Edwin, ke depan BI Sultra bersama Pemprov Sultra akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar ekosistem ekonomi syariah semakin kuat dan mampu menopang pertumbuhan daerah.
“Kami ingin Sulawesi Tenggara menjadi salah satu daerah yang mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan penuh keberkahan melalui penguatan ekonomi syariah,” tutupnya.(Red)
Tidak ada komentar