Jakarta, THEASIANET.COM-Cina murka usai bisnis hingga pertokoan warga mereka jadi sasaran saat terjadi aksi kerusuhan dan penjarahan yang terjadi di ibu Kota Papua Nugini Port Moresby, pada Kamis (11/1/2024) lalu.
Kementerian Luar Negeri China menyatakan Kedutaan Besar di Port Moresby telah menyampaikan keluhan itu ke PNG.
“Kedutaan besar China di PNG telah mengajukan perwakilan ke pihak Papua Nugini atas serangan terhadap toko-toko China,” demikian rilis Kedubes China, dikutip South China Morning Post, Jumat (12/1/2024) kemarin.
Kedutaan besar Cina meminta dan mengimbau agar warga Cina yang berada di Papua Nugini untuk menghindari bepergian selama kerusuhan terjadi dan sebisa mungkin menjauh ke tempat-tempat keramaian terutama di titik rawan kerusuhan.
“Meski tak ada korban jiwa saat peristiwa itu namun akibat insiden itu dua warga Cina tersebut mengalami luka-luka,”Ucapnya dikutip South China Morning Post.

Lebih lanjut, Juru bicara Kemlu China Mao Ning mengatakan Kedubes saat ini telah memulai dan akan berupaya untuk melakukan mekanisme perlindungan konsuler darurat terhadap warga Cina yang berada di Papua Nugini.
Pihak China, kata dia, juga telah meminta PNG untuk mengambil langkah-langkah efektif lebih lanjut.
“Ini untuk menjamin keselamatan warga negara dan bisnis China, dan menghukum pelakunya kekerasan dengan berat,” kata Mao Ning.
Dalam beberapa tahun terakhir, China mempererat hubungan diplomatik dengan negara-negara di Pasifik Selatan.
Presiden Xi Jinping juga sempat berjanji untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang mulai dari pertanian, energi dan mineral, hingga infrastruktur.

Baru-baru ini, Ibu Kota Papua Nugini bergejolak karena kerusuhan.
Kerusuhan bermula setelah sekelompok tentara, polisi, dan sipir, melakukan pemogokan usai pemotongan gaji tanpa alasan.
Warga yang tak puas dengan pemerintah ikut dalam aksi tersebut. Kerusuhan lalu menyebar hingga ke Kota Lae.
Sejumlah orang menyerbu toko-toko melalui jendela kaca yang dipecah dan menjarahnya.
Mengatasi kerusuhan itu, pemerintah Papua Nugini menetapkan status darurat selama 14 hari. Mereka juga mengerahkan tentara di jalan-jalan untuk berjaga.*
Tidak ada komentar